Shopping

Cabai Merah Naik Rp 7.000 per Kilogram di Batam

Cuaca Mempengaruhui Stok Cabai di Batam

Cabai Merah Naik Rp 7.000 per Kilogram di Batam
Tribunnewsbatam/ candra prasetia
Pasar Sayur dan cabai
Laporan Candra Wartawan Tribunnews Batam

BATAM, TRIBUN - Harga cabai merah di sejumlah pasar di Batam mengalami kenaikan hingga Rp 7.000 per kilogram. Saat ini, harga cabai dikisaran Rp 27 ribuan, dari sebelumnya Rp 20 Ribu per kilo diakhir Februari 2012.

Pedagang berpendapat, kenaikan bukan faktor rencana kenaikan harga BBM, melainkan karena faktor cuaca yang mempengaruhui transportasi dan pengiriman dari luar Batam. Donny, salah satu pedagang sayuran di kawasan Pasar Tos 3000 Nagoya Batam menjelaskan, kenaikan harga ini bukan pengaruh rencana kenaikan BBM.

“Ya cabai merah naik Rp 7.000 per kilogram. Kenaikan ini bukan karena terpengaruh BBM, tetapi karena kondisi alam. Kenaikan harga cabai telah diberlakukan sejak dipengumpul dan tengkulak,” ujar Donny kepada Tribun saat dijumpai di pasar Tos 3000, Rabu (7/3).

Ditambahkan Donny, untuk harga sayur mayur lain masih normal. Untuk  cabai rawit Rp 26 ribu per kilogram, kentang besar Rp 6.000 per kilogram, kentang rending Rp 6.000, dan daun sup (soup) Rp 20.000 per kilogram. Kemudian tomat Rp 8.000 per kilogram, labu siam Rp 3.500 per kilogram, dan labu kuning Rp 5.000 per kilogram. Kemudian bawang merah Rp 8.000 per kilogram dan bawang putih Rp 9.000 per kilogram.

Terpisah, Sonia, salah seorang ibu rumah tangga dari Baloi menyebutkan kenaikan harga cabai dirasakan tidak bermutu. Menurutnya, seminggu yang lalu harganya masih Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi setelah seminggu kemudian dia berbelanja lagi, harga cabai sudah berubah menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

“Seminggu lalu saja saya belanja cabai merah ke sini Rp 20 ribu. Eh, sekarang sudah jadi Rp 27 ribu. Nggak mutu banget harganya bisa mahal seperti ini,” ujar Sonia yang dijumpai di kawasan Pasar Tos 3000 Nagoya.

Dari pantauan Tribun di lokasi, rata-rata para pedagang menjelaskan kenaikan harga cabai merah di pasaran bukan karena pengaruh kenaikan BBM. Melainkan kenaikan ini atas dasar pengaruh kondisi alam. Para pedagang berharap kepada pemerintah agar melakukan terobosan baru untuk menyetabilkan harga-harga di pasaran. (tia)

Editor: Dedy Suwadha
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help