A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pemerintah Belum Merekom Perkebunan Sawit di Kundur - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Batam

Pemerintah Belum Merekom Perkebunan Sawit di Kundur

Rabu, 7 Maret 2012 23:47 WIB
Laporan Tribunews Batam, Ahmad Yani.


TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU
- Pemerintah Kabupaten Karimun belum memberikan rekomendasi untuk pengembangan perkebunan kepala sawit di pulau Kundur. Hal ini dikarenakan, pulau Kundur dinilai pemerintah belum memadai untuk dijadika tempat pengembangan sawit.

Pemerintah Kabupaten Karimun melihat kawasan dan tata ruang di Kundur belum layak untuk dikembangkan perkebunan kelapa sawit. Walau demikan pengembangan sawit belum direkomendasikan pemerintah, Saat ini di pulau Kundur, dari pantauntribunewsbatam.com, sudah menjamur tanaman perkebunan sawit ini.

Selain itu alasan pemerintah belum merekomendasikan pengembangan kelapa sawit, karena sawit kuat menyerap air yang cukup banyak dan dikhwatirkan wilayah perkebunan sawit ini terancam kering.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Amran Sahidid pada tribun belum lama ini mengatakan, pemerintah masih khawatir jika dikembangkan perkebunan kelapa sawit di Kundur.

"Kita khawatir dampaknya akan berimbas pada kita. Jika dikembangkan perkebunan sawit di Kundur,"terang Amran pada tribun belum lama ini.

Menurut Amran, wilayah Kundur belum memadai untuk dikembangkan sawit. Apalagi sawit merupakan perkebunan yang cukup kuat menyerap air, sehingga bisa membuat wilayah Kundur akan kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karimun, ini juga menilaih, selain tata ruang dan kawasan yang belum memadai. Harga sawit saat ini di Kundur hanya Rp 3 ratus perkilogram.

"Bagaimana kita ingin mengembangkan kebun kelapa sawit, harganya murah sekali hanya Rp 3 ratus perkilogram. Sawit di Kundur dijual ke wilayah Riau. Dan Kawasan dan tata ruang Kundur masih terbatas,"ungkap Amran.

Untuk itu, Amran berharap pertanian di Kundur ini bisa tumbuh dan berkembang secara alami. Baik sawit, karet dan sayur.
"Biarkan tumbuh secara alami. Minimal untuk kebutuhan kita sendiri,"ungkap Amran.

Bahkan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Karimun ini heran. Disaat harga sawit naik, petani mulai tergiur ingin menamanm sawit dan menebang karet. Dan sebaliknya disaat harga sawit turun dan karet naik. Untuk itu, para petani dihimbau untuk fokus dan konsisten terhadap hasil perkebunannya. (aan)
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
21077 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas