• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Batam

Riano Jabat Kabiro Humas dan Protokol Kepri

Jumat, 9 Maret 2012 00:03 WIB
Riano Jabat Kabiro Humas dan Protokol Kepri
Gubernur Kepri HM Sani melakukan pelantikan pejabat di jajaran Provinsi Kepri
Laporan Thomlimah Limahekin, Wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG
- Riono, pejabat eselon III yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris BKD Kepri menempati posisi baru sebagai Kabiro Humas dan Protokol Kepri, menggantikan posisi Misbardi. Riono sendiri adalah satu-satunya pejabat eselon III yang dilantik menjadi pejabat eselon II, oleh gubernur Kepri HM Sani di aula kantor gubernur Kepri, Kamis (8/3).

Selain Riono ada 12 nama pejabat eselon II lainnya, yang juga harus menempati posisi baru. Mereka adalah Reni Yusneli (asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat sekretariat daerah Kepri), H. Razali (staf ahli bidang sosial, kemasyarakatan dan SDM), Buralimar (kepala BKD, Pendidikan dan Pelatihan), Syafri Salisman (kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), Edy Sofyan (kepala Badan Pengelola Perbatasan), Amir Faizal (kepala Dinas Koperasi dan UKM), H. Azirwan (kepala DKP), H. Arifin Nasir (kepala Dinas Kebudayaan), Edi Rofiano (kepala Dinsos), H. Abdul Malik (kepala Biro Administrasi Perekonomian), Misbardi (Kepala Biro Umum) dan Heru Sukmono (kepala DPU). Sementara, bersamaan dengan itu dilantik pula 63 pejabat eselon III.

Dalam pidato pelantikan tersebut, Sani menegaskan betapa penting jabatan yang diemban oleh masing-masing pejabat ini. Karena itu, hendaknya setiap pejabat dituntut untuk menjalankan tugas yang dijabatnya dengan penuh tanggung jawab.

"Buanglah jauh-jauh penilaian bahwa kepala dinas tidak bertanggung jawab. Saya masih dengar ada pelanggaran-pelanggaran tertentu. Karena itu saya harapkan agar lakukan tugas yang diemban ini dengan baik. Kejujuran itu adalah sesuatu yang sangat penting untuk jabatan ini," pesan Sani kepada para pejabat yang dilantik dalam pidato pelantikannya.

Resuffle dan mutasi ini memang sempat ditunda 1 hari. Namun, hal ini menurut Sani, bukan didasarkan pada suatu persoalan tertentu. Dia juga menepis adanya persoalan khusus yang membuatnya harus memutasikan beberapa pejabat ini.

"Pelantikan ini hanya bertujuan untuk penyegaran dan menambah kompetensi saja. Kalau seseorang masuk tugas yang baru, maka dia juga bisa tahu tugas yang ini dan itu," tanggap Sani menampik pertanyaan wartawan terkait latar belakang mutasi ini. (tom)
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas