Finance
Sektor Pariwisata Menjadi Sasaran Peredaran Uang Palsu
Kota-Kota Daerah Pariwisata Menjadi Sasaran Peredaran Uang Palsu
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Peningkatan peredaran uang palsu yang cukup signifikan, diindikasikan banyak terjadi di tempat-tempat pariwisata, hiburan dan transportasi. Locus trend peredaran uang palsu ini membuat Bank Indonesia, bekerjasama dengan Bareskrim Polri dan Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum mengadakan langkah-langkah preventif pencegahan peredaran uang palsu.
Upaya preventif yang dilakukan melalui sosialisasi keaslian uang rupiah, Selasa (20/3) kemarin di Kantor Bank Indonesia. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha hiburan yang berada di Batam. Menurut Hasiholan Siahaan Analisis Madya sekaligus Ketua Tim Penanggulangan Uang Palsu Biro Kebijakan Pengedaran Uang Bank Indonesia, melalui analisa peredaran uang palsu kerap ditemukan peredarannya di tempat-tempat pariwisata.
" Kami sosialisasikan ini ke kota-kota daerah wisata, karena berdasarkan hasil analisa yang ada peredaran uang palsu ini banyak terjadi di daerah wisata. Banyaknya kunjungan, tentu banyak juga transaksi yang terjadi, sementara orang Indonesia pun trend nya masih senang bertransaksi dengan tunai dibandingkan menggunakan kartu kredit ataupun debit. Untuk tahun 2011 saja ditemukan 177.955 lembar uang rupiah palsu, dari tahun sebelumnya yang sebanyak 204.450 lembar," jelas Hasiholan Siahaan.
Sementara itu, Kombes Pol Agus Irianto, Kasubdit Tipideksus Bareskrim Polri menambahkan, tahun ini saja ditemukan sedikitnya 16 ribu lembar uang palsu pecahan dollar amerika. Belum lagi angka tersangka pelaku pengedar uang palsu yang juga semakin banyak.
" Uang palsu sekarang tampilannya sudah semakin bagus. Apalagi sekarang buat mencetaknya juga sudah sangat mudah, dengan menjamurnya mesin cetak-mesin cetak multifungsi. Harganya juga murah, dan mudah didapatkan. Bahkan sekarang sudah ada yang mendisainnya dengan serbuk-serbuk besi yang menambah ciri mirip uang asli," jelas Agus Irianto