Shopping

Jelang kenaikan BBM, Harga Kebutuhan Pokok Tidak Stabil

Jelang kenaikan BBM, Harga Kebutuhan Pokok Tidak Stabil

Jelang kenaikan BBM, Harga Kebutuhan Pokok Tidak Stabil
tribunnewsbatam/ muhammad ikhsan
Sayur Mayur di Bintan

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM -  Menjelang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pusat per April mendatang, mempengaruhi harga-harga bahan pokok dan bahan pangan yang ada di pasaran. Setidaknya dalam beberapa hari terakhir, harga-harga kebutuhan tersebut cenderung tidak stabil alias mengalami naik turun yang drastis.

Seperti hasil pantauan Tribun di beberapa pasar yang ada di wilayah Batam Centre, Rabu (21/3) kemarin. Indah salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Mega Legenda Batam Centre memaparkan, setelah mengalami pelonjakan harga yang cukup drastis di aneka rempah-rempahan, mulai dari cabai, bawang, dan tomat di hari sebelumnya, kini secara bergantian harga sayuran yang juga ikut menanjak naik.

" Sekarang mah udah turun cabai, sama bawang, tomatnya juga. Gantian malah sayur yang naik. Semua sayur naik harganya hari ini. Kalau kemarin kan bawang jawa Rp 12 ribu sekilo sekarang sudah Rp 11 ribu, bawang birma cuma Rp 5 sajanya. Tomat kemarin Rp 9 ribu sekarang turun seribu, jadi Rp 8 ribu per kilogram. Cabai juga yang kemarin sampai Rp 28 ribu, hari ini sekilonya Rp 25 ribu," ungkap Indah.

Sementara itu, untuk harga sayur-sayuran sendiri naik mencapai Rp 2.000 ke Rp 3.000 per kilogramnya. Mulai dari aneka bayam, seperti bayam merah harganya Rp 12 ribu, kemudian untuk bayam jari menjadi Rp 9 ribu per kilogram. Lalu sayur kangkung pun naik menjadi Rp 8 ribu per kilo, begitu juga harga sawi dan kacang panjang yang menjadi Rp 12 ribu satu kilogramnya.

Tidak cuma Indah, Anto pedagang sayuran di kios Pasar Mitra Raya pun mengemukakan hal yang serupa. Menurutnya, sejak ada rencana kenaikan BBM, harga-harga cenderung tidak stabil.

" Kadang besok yang satu yang naik, nanti besoknya turun yang itu, yang lainnya juga naik. Kami sih cuma dagang saja kan, kadang serba sulit juga kalau ada ibu-ibu yang belanja marah-marah, kenapa naik terus harganya. Dipikir kami yang dagang yang sudah naik-naikkan harga karena BBM mau naik, padahal kami belinya juga sudah mahal," kata Anto.

Editor: Dedy Suwadha
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help