Selasa, 9 Juni 2026

Siswi dan Guru Perempuan Kerap Diserang

Anak perempuan di Afganistan kerap menjadi sasaran kekerasan dan bahkan percobaan pembunuhan oleh orang-orang dan kelompok radikal

Tayang:
TRIBUNNEWSBATAM, TAKHAR - Anak perempuan di Afganistan kerap menjadi sasaran kekerasan dan bahkan percobaan pembunuhan oleh orang-orang dan kelompok radikal yang antipendidikan bagi kaum perempuan di negeri itu.

Kejadian terbaru, Rabu (18/4/2012), 150-an siswi di sebuah sekolah menengah atas di kota Rustaq, Provinsi Takhar, sakit setelah meminum air yang diduga telah diracuni.

Anak-anak perempuan di negeri itu memang dilarang bersekolah atau bekerja di luar rumah oleh rezim kelompok Islam garis keras Taliban.

Kebijakan seperti itu berjalan hingga tahun 2001 saat rezim dikalahkan menyusul invasi pasukan Amerika Serikat, yang mencari pentolan jaringan teroris Al Qaeda, Osama bin Laden, yang diyakini memang dilindungi Taliban.

Sejak itu, jutaan anak perempuan bisa bersekolah. Akan tetapi keselamatan mereka dan para guru kerap terancam. Sepanjang tahun lalu sejumlah insiden serupa terjadi.

Sebelumnya diberitakan, 150-an siswi sekolah menengah atas di Afghanistan mendadak jatuh sakit, setelah setelah meminum air dari tangki air minum yang ada di sekolah mereka.

Menurut pejabat setempat, air minum itu diyakini sengaja diracun oleh orang-orang yang menentang anak-anak perempuan bersekolah.

Peristiwa itu terjadi di kota Rustaq di provinsi timur laut Afghanistan, Provinsi Takhar. "Saya yakin kelompok radikal yang menentang anak perempuan bersekolah bertanggug jawab atas kejadian ini," ujar gubernur distrik Mohammad Hussain.

Sementara itu jurubicara Kementerian Pendidikan Abdul Saboor meminta masyarakat tidak mudah menyimpulkan kejadian tersebut. Dari laporan yang diterimanya, insiden terjadi setelah sejumlah siswi sekolah panik, lalu dibawa ke rumah sakit dan dipulangkan.

"Namun sebagian lagi dari mereka masih ada di sekolah. Kami pikir ini cuma insiden kecil namun kami tetap akan melanjutkan penyelidikan masalah ini," ujar Saboor. (KCM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved