Kemenlu Selidiki Kasus Dugaan Perdagangan Organ Tubuh TKI

“Pengumpulan info kita lakukan. Ada 2 masalah utama yang harus kita berikan pencerahan. Pertama masalah situasi kondisi yang menajdi penyebab

TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan tengah melakukan investigasi guna mengumpulkan informasi mengenai kematian dan untuk mencari tahu kebenaran pencurian organ yang diduga dilakukan RS Port Dickson, Malaysia.

Sebagaimana diberitakan, tiga TKI asal Desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok, NTB dipulangkan tanggal 5 April 2012 dalam keadaan meninggal dunia dan ketiga TKI tersebut diduga menjadi korban perdagangan manusia, dan penjualan organ tubuh.

“Pengumpulan info kita lakukan. Ada 2 masalah utama yang harus kita berikan pencerahan. Pertama masalah situasi kondisi yang menajdi penyebab dari kematian WNI kita. Jadi, mengakibatkan meninggalnya saudara kita. Kedua, dugaan adanya pencurian organ tubuh dari saudara itu,” ungkap Marty saat ditemui di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Upaya penghimpunana informasi itu, menurutnya, dilakukan secara serentak melalui kedutaan Malaysia di Jakarta melalui duta besarnya, melalui KBRI di Kuala Lumpur. Antara lain KBRI telah menghubungi RS dimana otopsi itu dilakukan, dan dengan pihak kepolisian Malaysia.

“Di KL juga (sudah menghubungi-red) LO (Polri kita di Malaysia) melalui pengacara kita yang juga ada di Malaysia. Untuk itu kita sudah berbicara langsung dengan Menlu Malaysia menyampaikan keprihatinan kita mengenai masalah ini,” tegas dia.

Lebih lanjut, dikatakan Menlu, Menlu Negeri Jiran Malaysia juga menjanjikan akan segera menghimpun informasi yang diperlukan pemerintah Indonesia.

“Khusus masalah terakhir (organ tubuh-red), kita sudah berbicara dengan keluarga. Kita menyampaikan apapun yang menjadi pilihan keluarga apakah mau otopsi ulang itu menjadi pilihan pemerintah Indonesia juga,” jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto juga menyatakan hal senada. Tim Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah melakukan penyelidikan mengenai penyebab kematian dan tiga WNI tersebut diperlakukan demikian.

Namun, tegas dia, yang ada sekarang semua masih dugaan. “Otopsi harus ada. Karena prosedur. Seolah-olah (organ tubuh-red) diambil untuk diperdagangkan. Itu harus dibuktikan terlebih dahulu. Jangan ngamuk, karena belum jelas, jangan terlalu over react. Kita yang wajar saja. Dan jangan berdasar dugaan. Kan masih dugaan semua, kecuali sudah terbukti,” pintanya.

Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help