Hukrim

Tak Terima Pensiunan, Seorang Warga Kundur Curiga ke Bank dan PT. Pos Indonesia

Tak Terima Pensiunan, Seorang Warga Kundur Curiga ke Bank dan PT. Pos Indonesia

TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU- Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Tanjungbatu, Kundur, Firman mengakui dana nasabah Lh (60) yang sudah cair. Namun belum diserahkan ke nasabah ada indikasi oknum PT. Pos Indonesia bermain.

"Korban (Lh red), sudah melaporkan ke saya permasalahnya. Dan kita sudah mengambil langkah, menghentikan pemotongan sementara. Karena memang berdasarkan keterangan korban mereka belum menerima. Dan dana itu sudah cair. Dan nasabah itu  sudah mengajukan tembusan ke saya,"kata Firman saat ditemui tribun dikantor PT. Pos Indonesia di Tanjungbatu, Selasa (24/4).

Menurut Firman, saat ini pihaknya masih menunggu dari pihak BTPN atas protes  dari nasabah yang dirugikan itu.

"Yang jelas, oknum PT. Pos Indonesia di Tanjungbatu ini, sudah kita proses. Dan pihak Bank juga kemungkinan ada yang terlibat. Kita tidak menuduh,  karena pihak Bank menitipkan SK pensiunan ini ke oknum PT. Pos di Tanjungbatu, yakni Yanto,"kata Firman terbata-bata.

Firman mengakui, nasabah warga Kundur Lh (60) korban,  saat meminjam dana pensiunan  tidak pernah dihubungi pihak BANK dari pengajuan peminjaman hingga sampai ke pencairan. Seharusnya pihak Bank harus mengkonfirmasi ke nasabah itu. 

"Menurut keterangan Lh (60) kemarin,  ia tidak pernah sama sekali dihubungi  pihak bank dari pengajuan sampai ke pencairan. Padahal itu hak nasabah, Itukan hak korban. Tau-tau dengar kabar uangnya sudah cari,"aku  Firman yang juga baru mengetahui kasus ini terkuak di kantor posnya.

Firman menambahkan, seharusnya pihak BAnk menelpon  atau mendatangi nasabah yang punya SK tersebut.  "Padahal punya SK itu Lh (peminjam,red). Apapun alasanya nasabah itu harus tahu. Dalam arti telpon atau didatangi nasabah. Apa mungkin perjanjian kredit bisa diwaliki oleh oknum pos. Padahal SK itu punya nasabah. Dan Lh tersebut tidak pernah menandatangi berkas-berkas ini. yang menandatangi yaitu oknum pos itu (Yantio,red). Saya tidak menuduh bank. Intinya kenapa tau-tau ada, langsung keluar. Dan tidak pernah diterima nasabah,"kata Firman. 

Firman pun selaku kepala kantor Pos Indonesia merasa sedih mendengar oknum pos bermain dan menipu.  "Saya sedih, mau nangis melihatnya. Saya tidak tahu berapa nominalnya. Kami tidak tahu berapa yang dipinjam. Karena kami hanya memotong saja"ungkap Firman.

Saat ini  Yanto, oknum PT. Pos Indonesia sedang  di proses di PT. Pos Indonesia di Batam Centre. Menurut Firman lagi, saat ia  mulai mengendel semua pembayaran, saat itu ia mulai melihat ada permasalahan. Ia mengakui, yang jelas ia tidak pernah memotong dana nasabah yang melapor yakni Ny Lh.

"Saya berharap pihak BTPN segera secepatnya memberikan tangapan. Kita memang ada kerja sama dengan beberapa Bank termasuk BTPN. Dalam MOU di PT. Pos untuk peminjaman tidak ada. Namun, kita hanya mengusulkan dan mengurus berkas dan dokumen bagi nasabah pensiuanan yang mau meminjam melalui PT. Pos Indonesia. Dan pihak pos hanya memotong saja,"ungkap Firman.

Halaman
12
Editor: Dedy Suwadha
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help