• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Batam

Lahan Kampung Tua di Batam Menyempit

Sabtu, 5 Mei 2012 00:02 WIB
Lahan Kampung Tua di Batam Menyempit
Tribunnewsbatam / ucu rahman
Kampung tua Tanjung Gundap Batam
Laporan Tribunnewsbatam.com, Nazar Napitu

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM -
Di kota Batam terdapat sebanyak 32 titik lokasi sebagai Kampung Tua. Menurut fersi RKWB dan Pemko Batam keseluruhan kampung tua itu memiliki luas 117 km2, atau hanya 4 persen dari luas seluruh Pulau Batam yaitu 415 km2. Namun, inipun masih bias karena terjadi penyusutan lahan kampung tua.

Demikian dikatakan Ketua Rumpun Khasanah Warisan batam (RKWB) H. Makmur Ismail dalam acara syukuran atas selesainya pembangunan Tugu Kampung Tua Kota Batam, di Kampung Terih, Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa. Jumat (4/5).

Menurut H Makmur, menyusutnya lahan kampung tua ini bukan akibat dari adanya penyerobotan lahan melainkan adanya pengalokasian lahan kepada investor oleh pemerintah dengan tidak memperhatikan batas dan hak-hak warga kampung tua.

Namun demikian, ia cukup berterimakasih karena walau telah berkurang, pemerintah masih memperhatikan mereka. Salah satunya adalah dengan pembangunan tugu, gapura dan gerbang kampung tua di pulau ini.
"Melalui syukuran ini kami selaku masyarakat tempatan minta keseriusan semua pihak secara bersama-sama memperjuangkan legalitas kampung tua,"ajak Makmur.

Pemerintah Kota Batam mengadakan syukuran tersebut merupakan bentuk komitmen Pemko Batam untuk melestarikan keberadaan Kampung Tua di Kota Batam.

Ketua Panitia Syukuran yang juga Asisten Administrasi Umum Syahir Ibrahim dalam laporannya mengatakan ada 32 tugu, gerbang dan gapura yang telah dibangun sebagai titik keberadaan kampung tua di Kota Batam.

Tugu atau gapura kampung tua tersebut diantaranya Kampung Melayu, Nongsa Pantai, Telaga Punggur, Teluk Legung, Dapur 12, Tiawangkang, Tembesi, Tanjung Riau, Tanjung Sengkuang, Tanjung Uma, Tanjung Buntung Bengkong Laut, Teluk Air, Batu Besar, Bagan, Sei Lekop, Bengkong Sadai, Belian, Cunting, Patam, Teluk Mataikan, Terih, Bakau Srip, Tanjung Bemban, Tua Jabi, Kampung Tengah, Panglong, Kampung Panau, Teluk Nipah, Tanjung Piayu, Tanjung Gundap dan Senteggah.

Syahir mengatakan, sejatinya ada 36 titik lokasi kampung tua yang akan di bangun tugu sesuai dengan Perda Kampung Tua, Namun,  empat diantaranya  yaitu Kampung tua Sei Binti terngah terjadi permasalahan lahan, Kampung tua Sei Kasam yang telah terkena pembangunan PLTU Tanjung Kasam, kampong tua  Sei Tering terjadi permasalahan lahan masalah lahan dan Kampung tua Ketapang yang telah dialokasikan pembangunan waduk tembesi.

Ketua Rumpun Khasanah Warisan batam (RKWB) H. Makmur Ismail menambahkan masyarakat tempatan itu bukan hanya masyarakat melayu saja, namun ada juga masyarakat bugis, jawa, buton dan lain sebaginya yang telah ada sebelum Batam berkembang seperti saat ini. Dan pada dasarnya masyarakat tempatan tidak banyak menuntut terhadap pemerintah.
"Bukti keihlasan masyarakat tempatan yaitu dengan iklas kami menerima dari 36 titik menjadi 32 titik untuk pembagunan Batam dan kepentingan masyarakat luas,"tambah Makmur Ismail.

Sementara itu, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan syukuran ini merupakan awal ditandainya titik-titik keberadaan Kampung Tua di Kota Batam. Selanjutnya, Walikota berharap kepada pihak terkait untuk segera diproses pengukuran luas dan sertifikat Kampung Tua.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
23261 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas