Rabu, 26 November 2014
Tribun Batam

Perampok Gorok Siswa SMA Nagan Raya

Sabtu, 5 Mei 2012 17:07 WIB

Perampok Gorok Siswa SMA Nagan Raya
tribunnews batam / istimewa/net
Perampok menggunakan pisau. Foto Ilustrasi
TRIBUNNEWSBATAM, JEURAM - Abadi Cahaya Putra (16), warga Desa Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (4/5/2012) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari kritis setelah lehernya digorok orang tak dikenal (OTK) yang diduga kawanan perampok yang berhasil masuk ke rumah orang tuanya.

Di kamarnya, Abadi Cahaya nekat melawan kawanan perampok yang hendak menjarah harta di rumah tersebut. Tapi akibatnya, siswa salah satu SMA di Kabupaten Nagan Raya itu luka parah di lehernya sepanjang 20 centimeter, terkena sabetan senjata tajam. Korban pun roboh bersimbah darah di kamarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi sepanjang Jumat kemarin, sebelum peristiwa itu terjadi korban Abadi Cahaya Putra sedang tidur. Tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal masuk ke dalam kamarnya melalui jendela.

Mengetahui ada OTK masuk ke rumah orang tuanya, apalagi melalui jendela, Abadi Cahaya diduga berusaha melawan. Korban diperkirakan sempat bergumul dengan pelaku yang lebih dari satu orang itu.

Karena perlawanan tak seimbang, Abadi Cahaya justru jatuh bersimbah darah setelah lehernya digorok pelaku yang kemudian langsung melarikan diri.

Dalam keadaan berlumur darah, sambil berlari dan memegang lehernya, Abadi berusaha menjerit minta tolong kepada ayah dan ibunya. Kedua orang tua itu terbangun.

Dalam kondisi kritis, Abadi diboyong orang tuanya ke puskesmas terdekat. Namun, karena lukanya sangat parah, korban langsung dirujuk ke IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Luka yang dialami korban sangat parah dan mengancam keselamatan jiwanya.

Sejumlah petugas medis RSUD Cut Nyak Dhien yang ditanyai Serambi (Tribun Network) mengaku korban Abadi Cahaya harus dioperasi, mengingat luka gorok di lehernya sangat panjang, mencapai 20 cm dan itu membahayakan keselamatan jiwa korban. Petugas medis yang minta namanya tak diekspos itu mengaku operasi terhadap korban berlangsung berjam-jam, karena lukanya tergolong serius.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Heri Heryandi saat dikonfirmasi Serambi kemarin mengaku sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk memastikan penyebabnya. “Kasus ini masih kita dalami, karena motifnya belum kita ketahui secara pasti,” katanya.

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil olah TKP, barang berharga milik korban ikut raib pascaperistiwa itu, yakni dua unit handphone dan beberapa barang berharga lainnya.

Kapolres Heri Heryandi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena kasus itu masih terus diselidiki.

Personel polisi, menurutnya, sudah disebar untuk memburu pelaku. “Saya yakin pelakunya bisa tertangkap dalam waktu singkat, sehingga kasus ini bisa diketahui apa motifnya,” kata Kapolres.

Harsoyo, ayah dari Abadi Cahaya Putra yang ditanyai Serambi kemarin di luar ruang operasi RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mengatakan tahu putranya terluka di leher, setelah mendengar jeritan minta tolong dari anaknya itu pada dini hari yang menyebabkan ia bersama istri terbangun dari tidur.

Harsoyo kaget melihat leher putranya berlumur darah dan kondisinya kritis. Meski sempat panik, Harsoyo berhasil melarikan putranya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Di sisi lain, Harsoyo yang merupakan Keuchik Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya mengaku hubungannya dengan masyarakat setempat selama ini baik-baik saja dan tak ada masalah ataupun musuh.

Namun, ia mengaku belum tahu mengapa anaknya menjadi sasaran pengeroyokan di kediamannya, bahkan lehernya dilukai.

“Saya juga belum tahu apa saja barang berharga yang hilang dari rumah kami pascapenggorokan itu. Yang paling penting bagi saya adalah keselamatan jiwa putra saya,” kata Harsoyo sembari berharap polisi dapat segera menangkap pelakunya.
Editor: Iman Suryanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas