• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Batam

Bintan Bangun 11 Unit Instalasi Biogas

Minggu, 6 Mei 2012 21:37 WIB
Bintan Bangun 11 Unit Instalasi Biogas
Tribunnewsbatam/ muhammad ikhsan
Unit Instalasi Biogas
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan


BINTAN, TRIBUN -
Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan saat ini tengah melaksanakan kegiatan pengembangan biogas. Tahun anggaran 2012 ini, ada 11 unit instalasi biogas yang akan dibangun. Hal ini berasal dari dukungan dana dari APBN untuk pembangunan 8 unit instalasi dan 3 unit dari APBD Kabupaten.


Biogas merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari kotoran hewan ternak seperti sapi.


"Caranya Dengan memanfaatkan gas dalam kotoran ternak yang diperoleh dari reaksi kimia dengan menggunakan teknologi terapan sederhana yang digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak dan bahkan untuk lampu penerangan," ungkap drh. Iwan Berri Prima, selaku tim teknis Pengembangan dan Pengolahan Biogas, Distanhut Bintan, Minggu (6/5).


Iwan menyebut petani yang mendapat bantuan Biogas dari APBN ini ada 4 kelompok tani, yakni Kelompok Tani Tunas Jaya (Desa Malang Rapat, Kec. Gunung Kijang) sebanyak 1 unit, Kelompok Tani Ekoproyo (Desa Bintan Buyu, Kec.Teluk Bintan) sebanyak 3 unit, Kelompok Tani Harapan Jaya (Desa Lancang Kuning, Kec. Bintan Utara) sebanyak 2 unit dan Gapoktan Agribangun Jaya (Desa Toapaya Utara, Kec.Toapaya) sebanyak 2 unit.


Sedangkan petani penerima bantuan Biogas dari APBD II Kabupaten sebanyak 3 unit di Kecamatan Teluk Sebong (1 unit), Kecamatan Toapaya (1 unit) dan Kecamatan Teluk Bintan (1 unit).


"Selama ini Kabupaten Bintan memang telah mengembangkan Biogas, namun instalasi (Biodigester) penampung gas yang digunakan terbuat dari bahan plastik (tipe plastic), sehingga relatif tidak dapat tahan lama karena mudah rusak, mudah bocor dan ketahanannya tidak lebih dari 1 tahun. Oleh karena itu, sekarang kita mengembangkan instalasi biogas tipe kubah beton (bahan beton) dan kubah fiber (bahan fiber)," jelasnya


Untuk sumber dana APBN, lanjut Iwan, pihaknya mencoba untuk membangun dengan tipe kubah beton, sedangkan sumber dana APBD II Kabupaten menggunakan tipe Kubah Fiber


Ia memaparkan bahwa pihaknya melakukan perbandingan, mengingat kedua tipe kubah ini baru akan diterapkan di Bintan dan tentunya memiliki kelebihan masing-masing.


Sebelum melaksanakan pembangunan biogas, Petani mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang biogas terlebih dahulu dengan narasumber dari Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) “Setia Kawan’ Nongko Jajar Kabupaten Pasuruan, Jatim.


KPSP ini dinilai telah berpengalaman dalam hal Biogas dan telah mengembangkan Biogas di Jatim lebih dari 8.000 unit. "Pelaksanaan Bimtek pada awal April yang lalu di Balai Pertemuan Desa Toapaya Utara, Toapaya dan Hingga saat ini pembangunan Fisik Biogas sebagian besar telah mencapai 90%," jelasnya lagi.


Sebagai gambaran, 1 Kg kotoran ternak sapi menghasilkan sekitar 37 Liter Biogas, Satu buah kompor dalam waktu 1 jam menghabiskan ± 400  liter biogas atau 0,22 – 1,10 m3 per jam dan Satu buah lampu dalam waktu 1 jam menghabiskan ± 100 -150 liter biogas atau 0,07 – 0,14 m3 per jam.


Oleh sebab itu, untuk menghasilkan gas, peternak setiap harinya membutuhkan sekitar 50-60 Kg kotoran sapi, atau setara dengan 1 ember cat ukuran 50 kg diisi penuh. 1 ekor sapi potong jenis Bali secara normal menghasilkan 8-10 Kg kotoran setiap harinya.
Editor: Dedy Suwadha
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas