• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Batam

Ros Minta Dihukum 9 Tahun

Rabu, 16 Mei 2012 11:32 WIB
Ros Minta Dihukum 9 Tahun
Tribun Batam/ Hadi Maulana
Orang tua dan Keluarga Besar Mindo terlihat menyaksikan jalannya persidangan

Laporan Tribunnews Batam, Nazaruddin

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Sidang lanjutan kasus pembunuhan Putri Mega Umboh kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (15/5/2012) dengan agenda pembacaan pledoi dari terdakwa Rosita alias Rosma.

Wanita yang dituntut selama 15 tahun penjara itu langsung menangis begitu sidang dibuka oleh ketua majelis hakim.

Dengan suara serak, Rosma yang duduk di kursi pesakitan langsung meminta waktu kepada hakim untuk mengungkapkan sesuatu. Setelah dipersilahkan oleh Ketua Majelis Hakim Reno Liswoto SH, Rosma mengaku menyesal atas perbuatannya terlibat dalam kasus pembunuhan Putri Mega Umboh, istri AKBP Mindo Tampubolon yang juga mantan majikannya itu.

Rosma juga sempat meminta agar hukumannya dikurangi dari tuntutan yang dijatuhkan tim Jaksa Penuntut Umum.

"Minta ijin yang mulia, saya minta maaf, saya sekarang menyesal, saya mohon hukuman saya diringankan," kata Ros kepada hakim sebelum naskah pledoinya dibacakan oleh tim kuasa hukumnya.

Mendengar permohonan itu, suasana di ruang sidang yang sepi itu mendadak hening. Sementara Ketua Majelis Hakim, Reno Liswoto SH, Ridwan SH dan Riska Widiana SH, mengangguk-angguk mendengar permohonan itu. Setelah Rosma berhenti bicara, ketiga pengacaranya langsung membacakan naskah pembelaan kliennya itu.

Ketiga pengacaranya yaitu Niko Nikson Situmorang, Juhrin Pasaribu, dan Aman Simamora secara bergantian membaca pledoi Rosma. Tak sampai satu jam berlangsung sidang usai.

Sekitar pukul 13.00 WIB wanita itu langsung digiring kembali ke mobil tahanan untuk dibawa ke sel Mapolda Kepri kembali.

Para pengunjung tampak berkerut kening ketika diungkapkan bahwa Rosma mengelak dari tudingan keterlibatan dalam kasus itu. Ia justru menyebut layak sebagai orang yang menyaksikan. Ketegangan pun tampak di raut muka sejumlah pengunjung sidang.

Saat itu, Juhrin Pasaribu, ketua tim penasehat hukum Rosma dalam simpulan pledoinya menyatakan bahwa Rosma mengakui tidak memberitahukan kejadian pembunuhan majikannya itu kepada warga setempat ataupun ke sekuriti yang berjaga pada saat kejadian yakni Jumat (24/6) silam.

Putri akhirnya meninggal di kamar mandi dengan bersimbah darah. Mengenai pelaku pembunuhan, Ros menyebut Mindo dan Ujang, yakni dengan ditikam dan digorok.

Seandainya terdakwa Ros berteriak minta tolong kepada warga ataupun sekuriti kemungkinan besar nyawa Putri masih bisa diselamatkan. Atas kesalahan inilah seharusnya terdakwa Ros dikenakan pasal 306 ayat 2 di mana Ros dengan sengaja membiarkan Putri Mega Umboh dibunuh. Dengan penerapan  pasal itu maka ancaman pidana penjara untuk Ros paling lama 9 (sembilan) tahun.

"Dengan demikian tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Ros dengan pidana penjara selama 15 tahun karena melanggar pasal 340 KUHP jo pasal 56 ke-2 KUHP adalah tidak tepat. Maka kami memohon kepada majelis hakim yang mulia agar menjatuhkan hukuman kepada Ros sesuai dengan pasal 306 ayat 2 dengan pidana penjara paling lama 9 tahun," ucap pengacara Rosma.

Sejumlah pengunjung tertegun dengan pembelaan yang demikian itu. Sebelumnya, dalam BAP dan keterangan yang disampaikan di muka sidang, Rosma selalu mengaku ikut membawa tas yang berisi jasad Putri dari lantai dua ke lantai satu.

Ros juga sempat memperagakan saat mengangkat koper tempat jasad Putri ke mobil yang mereka kendarai bersama Ujang ke wilayah Punggur.

Dalam keterangan Ujang, Ros juga sempat diminta agar cepat membereskan ceceran darah di lantai tempat kejadian.(Tribun Batam Cetak )
Editor: Iman Suryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas