Kamis, 27 November 2014
Tribun Batam

Antisipasi Lonjakan Penduduk Kota-kota di Kepri Butuh Pengolahan Air Limbah

Senin, 21 Mei 2012 23:12 WIB

Antisipasi Lonjakan Penduduk Kota-kota di Kepri Butuh Pengolahan Air Limbah
Tribunnewsbatam/ net/ist
Pengolahan Air Limbah
Citizen Jounalism  Endra Mayendra, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
 

BATAM, TRIBUN - Kajian dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kepri menilai sarana pengolahan air limbah terpadu sudah selayaknya dibangun oleh pemerintah daerah. Ini mengacu pada pertumbuhan penduduk di kota dan kabupaten di Kepri yang semakin bertambah, namun antisipasi akan pencemaran limbah belum tertata secara terpadu.

Endra Mayendra, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kepri menjelaskan pentingnya dibangun sarana pengolahan limbah terpadu saat ini, sebagai antisipasi pencemaran limbah masyarakat yang terus bertambah di kota dan kabupaten di Kepri.

Jika sistem pengelolaan air limbah buruk dapat menyebabkan kontaminasi dan pencemaran pada air permukaan dan badan air seperti drainase permukaan, embung dan waduk sehingga berpotensi menjadi wadah yang baik bagi penularan penyakit.

"Sangat penting keberadaan pembuangan air limbah terpadu untuk menyelamatkan keberadaan air untuk penghidupan masyarakat di Kepri ini," ujar Endra Mayendra, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kepri, dalam rilisnya ke Tribun Batam,

Hal inipun dapat menyebabkan endapan lumpur yang lama kelamaan akan terjadi pendangkalan dasar badan air sehingga menyebabkan banjir atau genangan. Sehari-hari melihat banyak ditemui limbah rumah tangga baik itu hasil cucian piring sampai limpasan septi tank langsung dibuang sembarang ke drainase padahal itu adalah sumber penyakit seperti typus dan lain-lain.

Selanjutnya Endra mengatakan, menjadi kewajiban bagi pengembang (developer) untuk mengolah air limbah secara terpadu dengan cara diolah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik air limbah sebelum dibuang ke saluran drainase umum, dan  seharusnya ini disyaratkan sebelum  IMB diterbitkan.

Sedangkan bagi kawasan yang tidak dikelola oleh developer menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk membangun pengolahan limbah terpadu. Ditegaskan Endra, kabupaten/kota di Kepri harusnya sudah memiliki masterplan perencanaan limbah terpadu kemudian mengimplementasikan perencanaan tersebut. Pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat akibat dampak dari limbah rumah tangga dan melakukan penelitian terhadap sampel-sampel limbah rumah tangga di pemukiman.

"Kita ingin pertumbuhan ekonomi Kepri lebih baik, salah satu indikator dari pertumbuhan itu adalah produktivitas masyarakat, dan itu dapat dicapai apabila tingkat kesehatan masyarakat baik," terangnya.(ded)
Editor: Dedy Suwadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas