A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Komisi III DPRD Dalami Kasus DO Siswa SMAN 2 Bintan - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Batam

Komisi III DPRD Dalami Kasus DO Siswa SMAN 2 Bintan

Kamis, 21 Juni 2012 22:00 WIB
Komisi III DPRD Dalami Kasus DO Siswa SMAN 2 Bintan
tribunnewsbatam.com/iswidodo
Para siswa di SD Satu Atap di Madung Tanjungpinang tiap pergi pulang sekolah harus naik pompong.
Laporan Tribunnewsbatam.com/Muhammad Ikhsan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN-
Insiden perkelahian antara murid dengan guru yang berujung muridnya DO akhirnya mengundang perhatian DPRD Bintan. Ketua Komisi III Muttaqin Yasir akan mengklarifikasi permasalahan dan mendengarkan keterangan dua pihak.

"Kita nggak boleh berpikir sepihak. Untuk itu kami akan mencoba klarifikasi masalah ini, Jumat kami akan ke SMAN 2 Bintan" ungkap Muttaqin, Kamis (21/6).

Komisi III merespon masalah ini karena sangat sensitif dengan citra pendidikan di Kabupaten Bintan. "Informasinya siswa ini dikeluarkan dari sekolah dan tidak diberikan kesempatan ujian susulan, akibat kenakalan. Kami ingin tahu penyebabnya kenapa dia sampai mengejar guru dengan parang," tambahnya.

Kasus murid lawan guru dengan menggunakan senjata terjadi awal bulan ini. M Huzaifa Ibnu (19) siswa kelas XI SMAN 2 Bintan mengejar guru agamanya Jm dengan parang.

Jm sebelumnya sempat menegur Zaifa yang merokok di jalan. Zaifa sendiri mengakui tak terima cara Jm memarahi yang menyakiti perasaannya. Jm diakuinya juga sempat main kasar.

Perjanjian damai awalnya sudah dilakukan oleh sekolah dengan murid ini di kantor Polsek Gunung Kijang. Zaifa sempat terkena skorsing 3 hari, namun dua hari berselang, pihak sekolah langsung memberikan surat pengembalian kepada orang tua. Pihak Sekolah menilai poin kenakalan Zaifa sudah melampaui batas dan tidak bisa ditolerir lagi.

Zaifa sebelumnya mendapat poin 6 dari kenakalan seperti memanjat pagar, merokok di sekolah dan bolos. Sesuai peraturan, beberapa poin dibawah 30 akan dikenakan peringatan berupa skorsing hingga pemanggilan orang tua. Sementara poin mencapai 30 siswa harus dikembalikan kepada orang tuanya (drop out). (*)
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
24665 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas