• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Batam

Apa Dasar Zakat Profesi?

Jumat, 27 Juli 2012 22:57 WIB
Apa Dasar Zakat Profesi?
Tribunnewsbatam.com/widodo
Wakil Ketua Badan Amil Zakat Batam, Santoso
Halo Tribun, saya mau tanya apakah ada zakat profesi. Karena ada yang mengatakan bahwa zakat profesi itu tergolong perbuatan bid'ah, yaitu mengada-adakan ibadah tanpa dasar yang jelas. Apa dasar di Alquran dan Hadits serta bagaimana pelaksanaannya. Terima kasih dari 0821748991xx

Terima kasih kami atas pertanyaannya, zakat profesi dikenal dengan istilah zakah rawatib al-muwazhaffin (zakat gaji pegawai) atau zakah kasb al-`amal wa al-mihan al-hurrah (zakat hasil pekerjaan dan profesi swasta). Yang dimaksud dengan "profesi / penghasilan" adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal baik dari hasil pekerjaan non rutin yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung dengan orang lain (dokter, insinyur, advokat, seniman, penjahit, tukang kayu serta pekerjaan bebas lainnya) maupun pekerjaan rutin yang dikerjakan seseorang untuk pihak lain baik pemerintah, perusahaan maupun perorangan dengan memperoleh upah. 

Allah berfirman  "Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu..." (QS. Al-Baqarah :267). Bukhari meriwayatkan dari Abu Musa Asyari dari Nabi SAW  " Setiap orang muslim wajib bersedekah". Mereka bertanya, "Hai Nabi Allah, bagaimana yang tidak berpunya? Beliau menjawab, Bekerjalah untuk mendapat sesuatu untuk dirinya, lalu bersedekah, mereka bertanya, "Kalau tidak punya pekerjaan? "Beliau Bersabda, "Tolong orang yang meminta pertolongan." Mereka bertanya. "Bagaimana bila tidak bisa? "Beliau menjawab, "Kerjakan kebaikan dan tinggalkan kejelekan, hal itu merupakan sedekah".

Nishab zakat profesi senilai 85 gram emas dan jumlah yang wajib dikeluarkan 2,5%. Zakat profesi dikeluarkan langsung saat menerima atau setelah diperhitungkan selama kurun waktu tertentu. Misal jika seseorang gajinya Rp 1.000.000/bulan, dia dapat mengeluarkan langsung zakatnya 2,5% setelah gajian tiap bulan. Atau membayar satu kali tiap tahun sebesar 12 x 2,5% x Rp 1.000.000,- .Wallahu A'lam Bishowab. 
Ustadz Santoso
Wakil Ketua Badan Amil Zakat Kota Batam
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
25732 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas