Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Batam

Apa Batasan Mustahik Muallaf

Selasa, 31 Juli 2012 00:49 WIB

Assalamu'alaikum Ustad, Saya Zulfikri mau bertanya, apakah mualaf berhak dapat zakat, adakah patokan waktu berapa lama muallaf (orang yang masuk Islam), masih berhak menjadi mustahik. Mana didahulukan apakah muallaf yang sudah rajin beribadah atau muallaf yang masih belum rajin mengaji. Terima kasih dari 085668407xxx

Zakat Untuk Kokohkan Keislamannya

Waalaikum salam wr wb,  terima kasih atas pertanyaannya. Muallafah qulubuhum, begitulah tercantum dalam Al-quran. Mu'allaf pada umumnya dipahami dengan orang yang baru masuk Islam. Namun, dilihat dari sejarahnya, pada masa awal Islam muallaf yang diberikan dana zakat ada dua jenis mualaf yang berhak menerima dana zakat, yaitu kafir dan muslim dengan ketentuan. Yaitu orang kafir yang diharapkan masuk Islam diberi zakat untuk mendorong mereka agar masuk Islam. 

Rasulullah SAW memberikan dana zakat kepada Sofwan Bin Umayyah pada saat ia masih kafir. Selain itu, dana zakat diberikan kepada orang yang dikhawatirkan kejelekan atau kejahatannya agar pemberian zakat dapat menghentikannya. Orang yang baru memeluk Islam juga berhak menerima dana zakat. Ini dilakukan untuk memperkuat keyakinannya terhadap Islam. Orang Islam yang lemah Islamnya dan dikhawatirkan akan menjadi murtad juga berhak menerima dana zakat. Pemimpin atau tokoh masyarakat muslim yang yang disegani oleh orang kafir, muslim yang masih lemah imannya agar dapat konsisten pada keimanannya; muslim yang berada di daerah musuh.

Pemberian zakat kepada muallaf kelihatannya dengan tujuan agar umat Islam merasa nyaman dan terjauh dari tindakan anarkhis kelompok agama lain. Meskipun ada perbedaan muallaf yang diberi tetapi tujuannya untuk menjaga umat Islam tetap dalam keyakinannya dan menjauhkannya dari tindakan kelompok lain yang dapat merusak.

Al-Thabari menyatakan bahwa hakikat pemberian zakat kepada muallaf adalah untuk mengantisipasi hancurnya umat Islam dan mengokohkan serta menguatkan Islam. Karena itu Rasul masih memberikan zakat pada muallaf pada saat fath (pembukaan) Mekah dan umat Islam sudah banyak.

Yusuf Qardhawi mengemukakan bahwa zakat yang diberikan kepada muallaf dengan tujuan agar hatinya tetap dalam Islam, mengokohkan orang yang lemah imannya atau usaha untuk menolongnya; dan menahan tindakan jahat kelompok lain. 

Dengan demikian, untuk saat sekarang dapat dipahami bahwa semua kegiatan yang dilakukan untuk membuat umat Islam yang lemah iman tetap dalam keyakinannya dan tidak tergoda untuk berpindah ke agama selain Islam dapat dikategorikan pada pemberian dana untuk kelompok muallaf ini. Wallahu A'lam Bishowab. 
Ustad Santoso
Wakil Ketua BAZ Batam
Editor: Iswidodo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas