• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Batam

Herlini Sampaikan Data Pengungsi Rohingya ke Komisi I

Selasa, 31 Juli 2012 15:57 WIB

Laporan Tribunnews Batam, Novyana Handayani 

TRIBUNNEWSBATAM, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Dapil Kepulauan Riau Herlini Amran, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan data 82 orang pengungsi Etnis Muslim Rohingya yang nasibnya terlunta- lunta selama 10 bulan berada di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Tanjung Pinang kepada Pimpinan Komisi I dalam hal ini Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq.

"Saya telah menyampaikan amanah hasil kunjungan Saya terhadap pengungsi Etnis Muslim Rohingya di Rudenim Tanjung Pinang kepada Ketua Komisi I bapak Mahfudz Siddiq selaku Komsi terkait. Saya berharap Komsi I segera menindak lanjuti hasil kunjungan kami," ujar Legislator Partai Keadilan Sejahtera dalam rilis yang disampaikan kepada Tribun, Selasa (31/7/2012).

Herlini berharap, Komisi I sebagai pengawas lembaga terkait bisa mendorong Pemerintah untuk segera membebaskan pengungsi Rohingya yang berada di Indonesia yang nasibnya terlunta- lunta selama kurang lebih 10 bulan di Rudenim dan segera memberikan suaka politik sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap mereka.

Menurut Menlu, di indonesia terdapat 300 muslim rohingya dalam penampungan dan 270 diantaranya pencari suaka, sisanya menjadi pengungsi.

Herlini mengatakan, "Di Rudenim Tanjung Pinang ini terdapat 82 orang pengungsi asal Rohingya, 13 diantaranya anak-anak, dan yang paling kecil bahkan ada yang masih berumur 9 tahun," ujarnya

"Penderitaan muslim Rohingya asal Myanmar ini harus segara berakhir," desak Herlini.

Herlini melanjutkan, untuk itu Pemerintah harus reaktif dan peduli terhadap pengungsi rohingya yang nasibnya terlunta-lunta di Indonesia.

"Mereka lari dari negaranya untuk mencari kebebasan ke negara lain seperti Indonesia, tetapi yang didapat justru ketidak jelasan nasibnya di tempat penampungan imigrasi Indonesia," ujarnya.

Herlini juga berharap Presiden SBY segera menyampaikan tragedi ini ke dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) karena sudah terjadi pelanggaran HAM berat. 

"Apalagi peran indonesia sebagai pendorong berdirinya ASEAN," tutupnya.

Editor: Iman Suryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
25851 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas