Kamis, 28 Mei 2026

Yusril: Presiden Kasih Grasi Koruptor, Presiden Koruptor

Yusril menulis, Hakim bebasin koruptor, hakim koruptor. Presiden kasi grasi pada koruptor, Presiden Koruptor, mantap.

Tayang:
TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA-  Kicauan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, di jejaring sosial Twitter soal Advokat Korup beberapa waktu lalu tidak saja membuat dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga terimbas serangan balik advokat yang tidak terima pernyataannya itu.

Adalah mantan Menteri Sekretaris Negara yang kini berprofesi advokat, Yusril Ihza Mahendra, tampaknya ikut geram dengan pernyataan Denny itu. Yusril membalas kicauan Denny dengan menulis komentarnya di Twitter @Yusrilihza_Mhd. Sabtu (25/8), sekitar pukul 19.00 WIB.

Yusril menulis, "Advokat bela koruptor, advokat koruptor. Hakim bebasin koruptor, hakim koruptor. Presiden kasi grasi pada koruptor, Presiden Koruptor, mantap!"

Yusril kemudian melanjutkan tulisannya. "Masih ada; Menteri dan Wamen kasi remisi sama koruptor, Menteri dan Wamen Koruptor! hehe."

Dan kemudian disusul dengan kicauan Yusril yang menyinggung SBY. "SBY kan ngasi grasi sama Syaukani. Jadi beliau berhak dong dijuluki Presiden Koruptor, hehehe".

Kicauan balasan Yusril ini langsung ditanggapi oleh para petinggi partai Demokrat. Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana berharap jangan ada saling ejek terkait profesi masing-masing.

"Ya lebih baik saja kita kembalikan kepada aturan yang berlaku saja UU ataupun apa namanya, mestinya kembali kepada aturan tersebut, Presiden punyak hak prerogatif untuk memberi grasi kepada siapapun yang dikehendakinya, sedangkan advokat punya hak untuk membela siapapun yang datang meminta pembelaannya," kata Bhatoegana, Minggu (26/8).

Bantahan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, membela Presiden SBY lebih pedas. Dia menyebut Yusril hanya mencari sensasi untuk meningkatkan popularitas. "Yusril itu hanya cari propularitas. Kalau ini tinju profesional. Dia itu (Yusril) hanya kelas bulu. Kita tidak mau layani karena kita kelas berat. Apalagi Pak SBY Presiden, bukan levelnya Yusril," kata Ruhut  kemarin. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved