finance
Dahlan Usul Empat BUMN Disuntik Dana
Di antara BUMN tersebut adalah PT Permodalan Nasional Madani.
Empat BUMN tersebut antara lain PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Hutama Karya, Perum Perumnas, dan PT Pegadaian.
Dahlan menjelaskan, penambahan modal bagi PNM untuk mendukung pengembangan kredit usaha mikro dan menengah. Sementara itu, untuk Perumnas, dengan pertimbangan untuk mempercepat pertumbuhan rumah murah.
Sementara itu, dia menjelaskan, PMN untuk Pegadaian diusulkan dengan alasan dapat menyalurkan pembiayaan dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Selanjutnya, untuk Hutama Karya dengan pertimbangan percepatan pembangunan jalan tol.
"Dengan kata lain, penambahan PMN kepada BUMN diarahkan tidak hanya untuk penyelamatan atau perbaikan struktur modal, namun peningkatan kapasitas usaha mewujudkan BUMN sebagai engine of growth," tutur Dahlan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa 25 September 2012.
Seperti diketahui, dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2013, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan mengusulkan PMN berupa fresh money kepada PT Askrindo dan Perum Jamkrindo sekitar Rp2 triliun, PT Perusahaan Pengelola Aset Rp2 triliun, dan PT Geo Dipa Energi Rp500 miliar.
PMN kepada Askrindo dan Perum Jamkrindo dalam RAPBN 2013 dialokasikan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkuat struktur permodalan Askrindo. Sementara itu, bagi Perum Jamkrindo dalam rangka pelaksanaan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelangsungan dan perkembangan kegiatan sektor riil oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penambahan PMN kepada Askrindo dan Perum Jamkrindo dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk melanjutkan revitalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang mulai dilaksanakan pada 2010. Revitalisasi program KUR ini penting, mengingat besarnya kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional.
PMN kepada PPA pada RAPBN tahun 2013 direncanakan sebesar Rp2 triliun. PMN tersebut digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha PPA.
Sementara itu, PMN kepada PT Geo Dipa Energi pada RAPBN tahun 2013 direncanakan sebesar Rp500 miliar. Seiring dengan perkembangannya, dalam rangka untuk lebih memfokuskan diri pada pengembangan panas bumi di Indonesia, Geo Dipa Energi pada 2011 berubah menjadi BUMN.
Dalam rangka pengembangan perusahaan dalam lima tahun ke depan, Geo Dipa Energi akan membangun dua unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Patuha dan dua unit PLTP di Dieng. (vvn)