Senin, 24 November 2014
Tribun Batam

Keberatan Adjin Disebut Tersangka

Jumat, 5 Oktober 2012 10:40 WIB

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Pengacara Adjin, Nursitta Heldiana Sihite SH menyangkal bila kliennya telah berstatus tersangka, terkait kasus pemalsuan dokumen tujun unit mobil milik pengusaha di Batam Yakop Sucipto.

Menurut Nursitta, pihaknya tidak pernah menerima surat penetapan sebagai tersangka.

"Dari mana status tersangka itu karena kita sama sekali tidak pernah menerima pemberitahuan bahwa klien saya berstatus tersangka. Kita juga tidak pernah diperiksa sebagai tersangka," ujar Nursitta, Kamis (4/10).

Diberitakan sebelumnya, perkara pemalsuan dokumen kini telah sampai di pengadilan dengan menyidangkan seorang terdakwa Darman Herry, selaku petugas biro jasa.

Agenda persidangan sampai pada pembacaan tuntutan, namun sudah tiga pekan persidangan ditunda karena pihak jaksa menyatakan belum siap.

Nursitta mengaku, Adjin sebagai terlapor atas pengaduan Yakup Sucipto, memang pernah dipanggil penyidik Polda Kepri, tetapi statusnya sebagai saksi.

"Kita pernah dipanggil sebagai saksi. Kita ditanya apakakah pernah memberikan berkas fotocopy KTP kepada Darman Herry, kita jawab tidak pernah," kata Nursitta.

Ditanya mengenai siapa pengorder Darman Herry sehingga membuatnya menjadi terdakwa, Nursitta menyatakan hal itu bukan kapasitasnya untuk menjawab. Sebab perkaranya sudah di pengadilan sehingga semuanya akan dibuktikan di persidangan.

"Itu bukan kapasitas media menanyakan, biarlah nanti di persidangan akan terjawab. Yang jelas klien saya tidak pernah menyerahkan KTP sebagai pengorder ke Darman Herry," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun, penanganan kasus pemalsuan tujuh unit mobil telah lama ditangani Ditreskrimum Polda Kepri. Sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan/pengaduan (SP2HP) kepada pelapor Yakup Sucipto, yakni No Pol B/28/IV/2011/Ditreskrimum Polda Kepri, tertanggal 4 April 2011, disebutkan kasus itu telah dilakukan penyelidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup guna dilanjutkan ketahap penyidikan. Bahkan penyidik Ditreskrimum telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari anggota Samsat Kepri.

Dari hasil keterangan saksi, perkara pemalsuan dokumen ini telah dikirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP)-nya ke Kejaksaan Tinggi di Tanjungpinang.

Disebutkan pula dalam SP2HP itu, dalam kasus pemalsuan dokumen R4 ke Samsat Kepri, penyidik Dit Reskrimum juga menemukan dugaan pemalsuan dokumen faktur dan NIK dilakukan Adjin, istri Ben Sugeng selaku direktur PT K&B Motorindo. Diketahui, pengurusan kendaraan tersebut ke kantor
Samsat Kepri dilakukan Adjin melalui biro jasa Darman Herry.

 Dalam surat tersebut, disebutkan pula penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti serta melakukan pemeriksaan guna menguatkan unsur terjadinya tindak pidana pemalsuan dokumen.(Tribun Cetak)
Editor: Iman Suryanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas