Citizen Journalism

Lebih Baik Petani Arang Dibanding Dokter

Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (2)

Lebih Baik Petani Arang Dibanding Dokter
Tribun Batam/ Istimewa
Lusia Efriani Kiroyan di Washington

Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (2)

Saya dan Fitri sengaja memutuskan datang ke Amerika lebih awal sebelum acara "Global Forum" dan "The International Alliance For Women. Selain untuk adaptasi perbedaan waktu, kami berdua juga ingin menikmati kota Washington DC.

Di hari kedua, saya terpaksa berjalan-jalan sendiri karena Fitri mengalami jet lag dan kesulitan dalam hal makanan. Dua hari tidak menemukan membuat tubuhnya lemas sekali, sehingga Fitri memutuskan untuk rehat di kamar saja.

Di hari kedua ini saya mengunjungi "Library of Congress" di Washington DC. Ini adalah perpustakaan para anggota kongres, namun juga dibuka untuk publik, dengan catatan, siapapun yang ingin masuk perpustakaan harus mempunyai kartu anggota.

Saya diantar Irawan, penerjemah US Department State agar bisa mendapatkan card reader perpustakaan. Hanya berbekal paspor dan mengisi formulir secara online, saya akhirnya mendapatkan kartu anggota yang berlaku sampai tahun 2014. Hebatnya, kartu ini bisa digunakan untuk seluruh perpustakaan yang jumlahnya 48 pustaka di tiga gedung kongres.

Saya bangga sekali mendapatkan kartu perpustakaan yang merupakan salah satu tempat favorite saya. Karena Irawan harus kembali ke kantor, saya terpaksa harus mengarungi pustaka yang sangat luas itu sendiri.

Saya masuk "Law Library of Congress" atau perpustakaan hukum. Saya memang mulai gandrung dengan hukum karena sebagai pengusaha kecil, saya sering sekali dihadapkan pada masalah-masalah hukum, seperti masalah kontrak kerjasama, perizinan dan sebagainya.

Belum lagi ditipu orang. Di perpustakaan ini ada globe atau bola dunia yang cukup besar. Memang tidak sebesar "Eartha" yang pernah saya lihat di Portland Maine setahun lalu.

Hampir tiga jam saya tenggelamg di perpustakaan hukum ini, tempat yang tidak kita temukan di Indonesia. Sekali lagi, saya harus cemburu. Saya ingat tahun lalu, ketika diundang dalam  International Visitor Leadership Program yang dibiayai oleh pemerintah AS. Dalam program ini, apapun yang kami inginkan, mereka akan berusaha mengabulkannya.

Sehingga, saya bisa berkeliling 13 kota dalam tujuh negara bagian dalam waktu satu bulan. Belajar dengan metode yang menyenangkan dan bertemu orang penting setiap harinya, membuat negara Paman Sam ini sangat spesial bagi saya.

Halaman
12
Editor: Iman Suryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved