Pilwako Tanjungpinang

Angka Golput Capai 42 Persen

Angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput saat Pilwako Tanjungpinang 31 Oktober 2012 mencapai 42 persen.

Laporan Tribunnews Batam, Iman/Thomy

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG-  Angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau dikenal dengan golongan putih (Golput) saat Pilwako Tanjungpinang 31 Oktober 2012 mencapai 42 persen. Jumlah itu terbilang meningkat dibanding Pemilu Legisatif  dan Pilwako Tanjungpinang sebelumnya.

"Secara resminya memang belum ada, mengingat saat ini KPU Tanjungpinang masih melakukan rekapitulasi dan hasilnya baru akan diumumkan pada 9 November mendatang.  Namun saya memperkirakan jumlah tersebut masuk akal," terang Ferry Manalu, Anggota KPU Provinsi Kepri saat dijumpai Tribun, Minggu (4/11) pagi di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

Jumlah golput sebanyak itu, menurut Ferry, disebabkan dua faktor dominan, yakni cuaca, dan daya tarik yang kurang dari pemilih. Faktor cuaca karena pada hari pemilihan hujan turun cukup deras, sehingga memungkinkan masyarakat tidak mau datang ke tempat pencoblosan.

"Faktor kedua, karena masyarakat tidak tertarik menggunakan hak pilihnya. Meski sebelum pencoblosan KPUD Tanjungpinang sudah melakukan sosialisasi dan terbilang gencar," katanya. 
 
Tingginya angka Golput pada Pilwako menurut Direktur Eksekutif LK2PPL kota Tanjungpinang, Suradji, menimbulkan banyak penafsiran.  Suradji mengaku menyayangkan kondisi ketidakterlibatan masyarakat dalam Pilwako hanya 42 persen ini. Padahal menurutnya, pemilihan kepala daerah merupakan upaya memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Menurut dia, semakin tinggi angka partisipasi politik masyarakat, menunjukkan tingkat kedewasaan politik masyarakat semakin baik. (*)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved