• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Batam

Harga Pasir di Karimun Menggila, Melonjak 100 Persen

Rabu, 12 Desember 2012 16:48 WIB
Harga Pasir di Karimun Menggila, Melonjak 100 Persen
ilustrasi
PASIR NAIK- Harga pasir melonjak naik 100 persen di Karimun jadi pukulan bagi warga yang hendak membangun rumah.
Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Sarih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMU
N– Warga, pengembang perumahan dan  kontraktor yang berencana  membangun rumah atau proyek fisik kini menjerit menhadapi kebutuhan pasir di Karimun yang makin kritis. Walaupun ada, sejak sebulan terakhir harganya di pasaran melonjak  hingga 100 persen.   
 
            “Sekitar sebulan lalu saya beli sampai di rumah Rp 250 ribu sampai Rp 260 ribu per lori, sekarang sudah Rp 410 ribu. Kaget saya,” kata Haryadi seorang warga Jelutung kepada Tribun Batam, Rabu (12/12/2012)
 
            Seorang kontraktor, Triowiramon juga mengeluhkan hal senada. Harga pasir yang berlaku jauh berbeda dengan harga yang tertera dalam kontrak kerja. “Yah, akhirnya terpaksa, bisa kita tekor lah. Mudah-mudahan pemerintah menemukan bahan bangunan yang dibuat tanpa menggunakan pasir ya?” ujarnya setengah bercanda.
 
            Imron, seorang penjual dan pengangkut pasir mengatakan bahwa sekitar satu bulan sebelumnya dia mengambil pasir dari tambang rakyat sebesar Rp 150 ribu per lori. Dalam dua pekan ini harganya sudah mencapai Rp 260 ribu per lori.

 “Dari sananya sudah naik. Makanya saja kirim sampai ke masyarakat ya sektiar Rp 400 ribu sampai Rp 410 ribu per lori,” ungkap Imron.
 
            Dari informasi dan penelusuran Tribun Batam, dari sekian banyak tambang pasir rakyat yang ada, hanya ada satu sumber pasir dari penambangan pasir rakyat yang mengatasnamakan koperasi di lahan milik seorang anggota polisi di Pangke Meral. Sisanya semua tambang pasir rakyat tidak lagi beroperasi.(*)
Editor: Salomo Tarigan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
46791 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas