A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dinsos Targetkan Rehabilitasi 700 Rumah Tak Layak Huni - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Batam

Dinsos Targetkan Rehabilitasi 700 Rumah Tak Layak Huni

Jumat, 14 Desember 2012 08:45 WIB

Laporan Tribunnews Batam, Kartika KWartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam mengklaim program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2012 sudah berjalan hampir 100 persen.

Kepala Dinsospam Batam, Raja Kamaruzaman mengaku sudah turun ke lapangan untuk melihat apakah pembangunan yang dilakukan warga sesuai dengan spesifikasi.

Ahmad Asri, seorang warga penerima bantuan RTLH di Kelurahan Tanjungriau Kecamatan Sekupang mengatakan, rumahnya sudah selesai, sudah dicek Dinas Sosial Kota Batam.

"Sekitar seminggu lalu sudah dicek lagi sama orang Pemko," kata Asri saat dikunjungi Kamis (13/12/2012).

Asri mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah yang ia ajukan sejak lebih dari setahun lalu tersebut.

Meski menurutnya bahan bangunan yang diberikan tidak cukup untuk memperbaiki rumah sesuai spesifikasi yang ditentukan dinas.

Adapun spesifikasi yang dimaksud yaitu rumah dibangun dengan ukuran 5x5 meter. Dan harus berbentuk L, dengan beranda kecil di depannya.

Bantuan diberikan dalam bentuk bahan bangunan seperti papan gypsum sebagai dinding, kayu broti, seng, kusen, pintu, jendela, dan kayu untuk lantai.

"Kalau untuk ukuran 5x5 sengnya itu nggak cukup. Jadi saya pakai seng rumah lama yang masih agak bagus. Triplek untuk dinding kamarnya ini juga saya beli sendiri. Tapi ya tak apalah, soalnya rumah sebelumnya juga sudah rusak sekali," ujar Asri.

Ungkapan senada disampaikan Jasiyah, warga lain yang juga menerima bantuan RTLH. Bangunan rumah yang ia dirikan dari bantuan pemerintah  tersebut belum memiliki kamar mandi.

Menjawab keluhan tersebut, Raja Kamaruzaman mengatakan program ini sifatnya hanya membenahi bagian rumah yang rusak.

Sesuai dengan nama program yaitu rehabilitasi rumah tak layak huni. Tapi menurutnya, ada program serupa lain yaitu bedah rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat yang dilaksanakan melalui Dinas Tata Kota.

Untuk program rehabilitasi RTLH ini bisa dikerjakan sendiri oleh penerima bantuan atau diserahkan ke tukang bangunan lain.

Upah yang disiapkan yaitu Rp 80 ribu untuk tukang dan Rp 60 ribu untuk pembantunya. Lama pekerjaan dihitung selama 10 hari. Sehingga total untuk upah pembangunannya yaitu Rp 1,4 juta per rumah.

Raja Kamaruzaman menambahkan, tahun depan pihak Dinsospam menargetkan 700 rumah lagi yang akan peroleh bantuan RTLH. Namun angka tersebut belum bisa dipastikan karena masih dalam pembahasan APBD baik Kota Batam maupun Provinsi Kepri.

Menurutnya, tahun depan besaran nilai RTLH akan meningkat menjadi Rp 20.075.000 per rumah. "RTLH ini kan dari APBD kota dan provinsi. Angka 700 itu baru sebatas usulan. Belum tahu berapa yang diketok palu nanti," ujarnya.

Editor: Iman Suryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
47591 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas