Transportasi
Sistem Transportasi di Batam Tak Terurus
Sejumlah kalangan dan stake holder moda transportasi di Batam menilai, sistem transportasi di Batam terbilang buruk.
Laporan wartawan Tribunnews Batam Dewi Haryati dan Eliza Gusmeri
BATAM, TRIBUN - Kondisi transportasi di Batam mendapat sorotan tajam. Sejumlah kalangan dan stake holder moda transportasi menilai, sistem transportasi di Batam terbilang buruk.
Tidak adanya transportasi massal yang dapat menjangkau masyarakat umum atau pun pekerja menjadi salah satu tolok ukur. "Yang diperlukan masyarakat sekarang ini transportasi umum yang bersifat massal. Jangan sampai masyarakat beralih ke kendaraan pribadi," ujar Ketua Kadin Kepri, Johannes Kennedy dalam diskusi yang dihelat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, di Gedung Auditorium Poltek Negeri Batam, Kamis (13/12/2012).
Diskusi ini menghadirkan Direktur Perencanaan dan Pembangunan BP Batam, Istono, Ketua Kadin Kepri, Johannes Kennedy, Ketua Apindo Batam, Oka Simatupang, Staf Ahli Wali Kota Batam, Yazid, dan Ekonom Pascasarjana UIB, Moh Gita Indrawan, Psikolog Evy Khairani, Ketua F- SPSI Batam, Syaiful Badri, Bendahara Organda, Yasir, Ketua FKPTPB, Anto Duha, Humas Blue Bird Group, Teguh Wijayanto, Ketua Gebrak Uba Sigalingging serta Pembantu Rektor III Poltek Batam.
Berbagai kondisi transportasi dibahas dalam forum diskusi ini. Mulai dari buruknya sistem transportasi di Batam hingga dampak psikologis dari sistem transportasi yang semrawut.
"Buruknya sistem transportasi bisa berdampak terhadap perilaku masyarakat. Mereka mudah emosional, stres dan berkurangnya produktifitas. Transportasi yang nyaman adalah solusinya," ujar Evy Khairani, psikolog Batam dalam diskusi publik dengan topik Menggugat Peran Pemerintah dalam Menyediakan Transportasi yang Nyaman dan Murah.
Evy juga bercerita pengalaman pribadi. "Dua tahun lalu ia berangkat ke kantor dari rumah, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, sekarang justru bisa sampai setengah jam," ungkapnya.
Sementara itu Istono, Direktur Perencanaan dan Pembangunan BP Batam mengatakan, BP Batam sudah melakukan berbagai perencanaan soal transportasi ini.
"Tahun 2012 jumlah kendaraan bermotor diperkirakan mencapai 380 ribu sedangkan mobil 80 ribu, apalagi jumlah penduduk Batam juga meningkat 1,2 juta menyebabkan transportasi semakin padat.
Untuk itu menurut Istono perlu adanya peningkatan fasilitas transportasi. Mulai dari kendaraan hingga fasilitas lalu lintas mulai dari sekarang, untuk beberapa tahun mendatang.
"BP Batam membangun sistem. Ini sudah harus kita pikirkan dari sekarang. Saya masih ingat ketika Pak Habibie (mantan Ketua OB) diejek visinya. Sekarang baru bilang, oh iya ya," bebernya.
Seperti rencana pembangunan kereta api, menurut Istono sudah harus dipikirkan rute, rel dan lainnnya sejak kini. "Bukan tak mungkin nanti Batam bisa seperti Jakarta. Siapa yang mengira," ujarnya.
Ketua Apindo Batam Oka Simatupang mengatakan, buruknya transportasi sudah sangat dirasakan. Oka mengalami sendiri hal itu. Ia kerap melihat seringnya terjadi kecelakaan di jalan raya di depan matanya, yang disebabkan padatnya arus lalu lintas. Diperparah lagi perilaku pengemudi yang ugal-ugalan.
"Semakin diberikan pemahaman dari kepolisian soal safety riding, eh malah mereka justru jadi racer (pembalap). Saya tinggal dekat kuburan, sekarang kuburan udah penuh karena banyak yang meninggal di jalanan," ungkap Oka dengan penuh canda, dalam diskusi yang juga didukung ormas Benteng Kedaulatan (BK) Kepri dan LPM Paradigma Poltek Batam.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Irwansyah menilai untuk memperbaiki sistem transportasi saat ini sangat sulit. Apalagi anggaran untuk itu sangat minim. "Jangan bicara anggaran, lihat saja itikad dari pemerintah saja tidak ada. Harusnya kepala dinas dinas datang," cetusnya.
Serikat buruh yang hadir pun sepakat pemerintah harus memberikan perhatian soal transportasi ini. "Sampai sekarang soal bus pekerja saja nggak tahu kabar beritanya," beber Syaiful Badri, Ketua F-SPSI Kota Batam.
Dari sudut pandang Ekomom Moh Gita Indrawan, perlunya transportasi yang nyaman dan massal ini penting. Apalagi Batam adalah kota industri. Transportasi sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi sangat dibutuhkan. "Penyediaan sistem transportasi yang nyaman dan baik adalah hak para pembayara pajak. Mereka itu adalah industri yang berada di Batam dan masyarakat," tegasnya.(*)