• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Batam

Sekolah Khusus Penderita Autis Akan Dibangun di Legenda Malaka

Sabtu, 15 Desember 2012 18:58 WIB
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-Para penyandang disabilitas, baik tuna netra, tuna daksa, dan lainnya mendapat alat bantu kursi roda, jam braille, alat bantu dengar, tongkat, dan alat bantu lainnya dari Pempov Kepri di Asrama Haji, Batam Centre, Sabtu (15/12).  Bentuan ini diberikan menandai peringatan  Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada tangga 3 Desember lalu. Pemprov Kepri juga menggelar berbagai pertunjukan yang dilakoni anak-anak berkebutuhan khusus, 

Lebih kurang 300 orang disabilitas dari Tanjungpinang dan Batam ikutserta dalam kegiatan ini. Mereka tampak senang unjuk gigi di hadapan tetamu memperlihatkan kebolehan bakat yang mereka miliki, seperti menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim dan lain sebagainya.

Melalui tema pusat 'menghilangkan hambatan guna mewujudkan masyarakat inklusif dan aksesibel untuk semua', Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Edi Rofiano, berharap orang-orang disabilitas memiliki hak yang sama dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan hal lainnya.

"Melalui tema ini, kami berharap semuanya terbuka, tidak ada lagi perbedaan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Mereka juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, pendidikan, terutama masalah pekerjaan," ucap Edi kepada Tribun Batam di sela-sela kegiatan.

Lanjutnya, peran orangtua dan masyarakat sangat penting. Selama ini menurutnya, orang-orang berkebutuhan khusus dianggap seperti tidak ada. Tak jarang juga ditemui orangtua yang memasung anaknya di rumah agar tak membuat malu tetangga.

Untuk melindungi hak penderita disabilitas ini, lanjutnya, pemerintah provinsi Kepri juga telah mengeluarkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2012, sekitar Juni lalu. Di samping mengeluarkan produk hukum daerah, pemerintah provinsi Kepri melalui dinas sosial juga aktif melakukan penyuluhan kepada orangtua penyandang disabilitas 1 tahun sekali.

"Intinya perda itu memberikan kemudahan bagi mereka. Jangan lagi nanti ada yang tidak sekolah. Untuk di Batam juga akan dibangun sekolah khusus autis di Legenda Malaka," ucapnya. Kegiatan itu dihadiri Amhar Ismail, mewakili pemerintah provinsi Kepri, Ketua PKK Provinsi Kepri, Aisyah Sani, ketua LK2S, Rekavenny, dan pejabat daerah lainnya. (*)
 
Editor: Salomo Tarigan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
48341 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas