Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Batam

BP Batam: Buffer Zone Tak Boleh Jadi Angkringan

Kamis, 3 Januari 2013 11:20 WIB

Laporan Tribun Batam, Dewi

TRIBUNBATAM, BATAM
- Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan menegaskan, pihaknya menolak permintaan tambahan izin lahan buffer zone di Ruko Mega Legenda, Batam Centre yang diperuntukan sebagai tempat angkringan oleh Yanto, tokoh masyarakat, Rabu (2/1).

"Izinnya ditolak, sudah sebulan lalu (November). Karena menyalahi izin sebelumnya. Lahan buffer zone atau row itu kan izinnya untuk warung bunga dan penghijauan, tapi dengan yang bersangkutan dijadikan angkringan," ungkap Ilham kepada Tribun.

Lanjutnya, berdasarkan temuan penyalahgunaan izin itu, pihaknya akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Sudah disuratkan dirkim (direktur pemukiman) kepada Yanto, dan secepatnya bangunan itu akan dibongkar," tegas Ilham.

Sebelumnya sempat diberitakan, lahan seluas 3.336 meter persegi yang terletak di depan Ruko Mega Legenda itu, pada dasarnya disetujui BP Batam izinnya sebagai warung bunga, sejak tanggal 13 Agustus 2012 hingga 13 Agustus 2013.

Namun dikemudian hari, Yanto si penerima izin lahan buffer zone, memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan lain.

Ia mendirikan beberapa bangunan semi permanent yang dijadikan angkringan. Beberapa pedagang berjualan di area itu, setelah membayar semacam uang sewa tempat kepada Yanto.

Menurut informasi, uang itu mencapai jutaan rupiah hitungan 1 kios per bulannya. Sementara saat dikonfirmasi, Yanto berdalih bahwa uang tersebut bukanlah uang sewa, melainkan uang yang digunakan untuk petugas kebersihan.

Ia mengaku menjadikan lahan buffer zone sebagai tempat angkringan karena permintaan beberapa pedagang kepadanya.

"Karena rasa manusiawi, mereka butuh makan. Sudah beberapa hari puasa, dan minta kepada saya, supaya diperbolehkan berdagang di sana, makanya saya jadikan tempat itu selain menjual bunga juga angkringan," ungkap Yanto.
Editor: Iman Suryanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas