A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Presiden PKS Lutfi Hassan: Saya Tidak Menerima Suap - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Batam

Presiden PKS Lutfi Hassan: Saya Tidak Menerima Suap

Kamis, 31 Januari 2013 08:11 WIB
Presiden PKS Lutfi Hassan: Saya Tidak Menerima Suap
tribunnewsbatam.com/argyanto
SUAP- Presiden PKS Lutfi Hassan Ishaaq ketika berada di Kepulauan Riau dalam rangka Safari Dakwah, Januari 2013. Lutfi ditangkap KPK di Kantor DPP PKS, Rabu 30 Januari 2013 sekitar pukul 23.30 WIB.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA- Mengawali tahun politik, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bak diterjang badai. Penyidik KPK menetapkan Presiden PKS Lutfi Hassan Ishaaq sebagai tersangka suap impor daging sapi. Bahkan penyidik KPK langsung menangkap Lutfi di kantor DPP PKS, Rabu (30/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Penyidik KPK yang dipimpin oleh Kompol Novel Baswedan mendadak muncul sesaat setelah Lutfi menggelar konferensi pers terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. Lutfi kemudian dikawal dua orang penyidik dan digiring ke mobil Kijang Innova bernopol B 1031 UFS. 

Mobil berwarna hitam itu langsung meluncur ke KPK. Di dalam mobil, Luthfi yang berkemeja putih diapit dua penyidik di bagian tengah mobil. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Lutfi Hassan akan menjalani pemeriksaan terkait kasus yang disangkakan.  Ada 5 penyidik KPK yang tetap tinggal di KPK. Mereka melakukan penggeledahan di lantai 5 yang merupakan ruangan Luthfi. 

Kasus yang menyeret Lutfi merupakan pengembangan dari penangkapan kurir suap.  KPK sudah menangkap orang dekat Lutfi, Ahmad Fathanah bersama Juard Effendi dan Arya Arby Effendi, pengusaha dari PT Indoguna Utama, Selasa (29/1) malam di Hotel Le Meridien, Jakarta. Penyidik juga menyita uang Rp 1 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu.

Saat jumpa pers Luthfi Hasan Ishaq terlihat tenang. "Saya pelajari dahulu," kata Luthfi. Tak lama, sejumlah kader PKS yang ada pun memberi dukungan kepada Luthfi. Mereka pun ramai berteriak takbir. "Allahu Akbar," teriak mereka.

Luthfi pun hanya menyerahkan kasus yang menderanya sepenuhnya kepada yang di Atas. "Hasbunallau wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mannashir (Cukuplah Allah menjadi pelindung kami, Allah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik penolong)," jelas Lutfhi.

Ia meminta kepada seluruh kader PKS untuk berdoa dan menahan diri. Luthfi juga membantah bahwa dia menerima suap. Dia tegaskan kader partainya sejak awal tidak diperbolehkan menerima uang suap.
"Tetapi sudah barang tentu informasi tentang penyuapan itu, andai itu benar sudah barang tentu saya tidak menerimanya. Tidak saya, tidak pula kader partai, tidak menerima tindakan yang seperti itu," jelasnya. (*)

Rp 1 Miliar di Jok Mobil

Selasa (29/1)
* Juard Effendi dan Arya Arby menyerahkan uang ke Ahmad Fathanah. Suap untuk memuluskan jatah keran impor daging.
* Serah terima uang di kantor PT Indoguna Utama 
* Ahmad membawa uang Rp 1 miliar ke Hotel Le Meridien. Mahasiswi M sudah menunggu.

Pk  20.20 WIB
* KPK mengintai Ahmad dan sang mahasiswi di hotel.
* Petugas menangkap keduanya saat di dalam mobil di basement
* Di jok belakang disita uang Rp 1 miliar. Keduanya dibawa ke KPK.

Pk 22.30 
* KPK menangkap Juard dan Arya. Ada juga 2 orang lain yang diamankan yakni sopir PT IU dan sopir Ahmad. Sopir itu seperti mahasiswi M hanya saksi.

Rabu (30/1)
* KPK menggeledah dan menyegel PT Indoguna 
* KPK menetapkan tersangka Juard, Arya, Ahmad, dan Luthfi Hasan. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap menyuap.

Editor: Iswidodo
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas