Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Batam

Ditemani Maharani 2 Jam Bayar Rp 10 Juta

Jumat, 1 Februari 2013 10:17 WIB

Ditemani Maharani 2 Jam Bayar Rp 10 Juta
tribunnewsbatam.com/antara
DUA JAM- Maharani Sucipto mahasiswi yang turut ditangkap KPK ketika menggerebek Ahmad Fathanah di kamar hotel. dibebaskan. Dia mengaku dua jam menemani dibayar Rp 10 juta.
TRIBUNNEWSBATAM.COM- Sering ada sosok wanita cantik dan muda pada beberapa penangkapan atau penggerebekan KPK dan Polri terhadap pejabat atau politikus. Seperti ketika KPK menangkap Ahmad Fathanah staff pribadi Luthfi Hassan Ishaaq anggota DPR dari PKS. Saat itu KPK menggerebek Ahmad Fathanah dalam kamar, yang ternyata ada sosok mahasiswi cantik, kemudian diketahui bernama Maharani Sucipto (19).

Berdasar penelusuran Tribunnews.com, Maharani Sucipto adalah seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta. Dia akrab dipanggil Rani. 

Rani menemani Ahmad Fathanah selama 2 jam diberikan imbalan Rp 10 juta. Sebuah angka yang fantastastis.  Ahmad memberikan uang Rp 10 juta sebagai jasa Rani yang menemaninya selama dua jam.  Dari barang bukti Rp 1 miliar, petugas KPK menemukan Rp 10 juta di tas Rani saat penggerebekan. 

"Petugas menemukan Rp 10 juta dari tas milik M. Uang tersebut disita KPK," jelas juru bicara KPK Johan  Budi SP. Maharani dipulangkan KPK pada Kamis (31/1) sekitar pukul 03.00 WIB. 

Ditelusuri Tribunnews.com, Maharani Sucipto tinggal di  kawasan Batuampar, Condet, Jakarta Timur.  Dia ditangkap bersama Fathanah di sebuah kamar di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Saat ditangkap, Rani dan Fathanah berpakaian tidak lengkap. Hal ini tidak ditelusuri lehih lanjut. 

Saat diperiksa KPK, Rani merengek agar uang Rp 10 juta dikembalikan kepadanya. "Waktu diperiksa, dia minta uangnya dikembalikan. Karena itu uang yang diberi untuk dia. Tapi kan tidak bisa, ini uang yang ikut disita," bisik penegak hukum yang enggan disebutkan namanya.

Rani saat diperiksa KPK tampak gemetar. Dia juga terus merengek minta pulang. Rani jarang sekali minta izin ke belakang. Wajahnya terlihat shock dan masih tak percaya. "Dia cerita soal bagaimana disuruh menunggu di hotel. Ngobrol dengan AF," terang penyidik.

Rani bersama Fathanah diamankan dari kamar hotel. "Penggerebekan dilakukan waktu maghrib. Kamar didobrak, keduanya masih di dalam kamar," jelas penegak hukum.

Saat itu seperti biasanya, dalam setiap aksi tangkap tangan tim KPK selalu membawa kamera video. Gambar ini akan menjadi barang bukti bahwa benar terjadi praktek suap. "Jadi ya begitu. Tapi ini semua sesuai proses hukum," imbuh penyidik itu. (*)
Editor: Iswidodo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas