Jumat, 28 November 2014
Tribun Batam

Waspadai Gelandang Sayap, Nanti Malam Timnas Indonesia Lawan Irak di SCTV

Rabu, 6 Februari 2013 12:06 WIB

Waspadai Gelandang Sayap, Nanti Malam Timnas Indonesia Lawan Irak di SCTV
TRIBUNNEWS.COM
WASPADA- Rabu 6 Februari 2013 malam Timnas Indonesia lawan Irak disiarkan oleh SCTV.
TRIBUNNEWSBATAM.COM- Pelatih tim nasional Indonesia, Nilmaizar, menginstruksikan para pemainnya untuk memperbaiki organisasi permainan, terutama saat bertahan dan menyerang. Perbaikan organisasi permainan dilakukan untuk mewaspadai gaya bermain Irak di laga perdana Grup C Pra-Piala Asia 2015, yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (6/2) malam ini.

"Menghadapi Irak kita perlu konsentrasi. Pemain mereka punya kualitas yang bagus, jadi kita harus waspada. Strategi yang baik akan menentukan dalam pertandingan nanti," ujar Nilmaizar saat dihubungi Tribun, Selasa (5/2).
Di beberapa pertandingan uji coba, Nilmaizar mengaku sudah meminta para pemainnya untuk memperbaiki organisasi permainan. "Kita mengenal transisi formasi dari bertahan ke formasi menyerang. Sudah dimatangkan dalam beberapa waktu kemarin dan diterapkan di uji coba," tuturnya.

Irak merupakan salah satu negara kuat di Asia. Negara yang dikenal dengan cerita 1001 malamnya itu pernah juara Piala Asia 2007 yang digelar di Jakarta.

Menurut Nilmaizar, Irak memiliki pemain yang mengandalkan kecepatan serta ditunjang pergerakan gelandang sayapnya yang memiliki kualitas. Ia pun mewaspadai serangan dari sayap Irak, yang akan memanjakan striker veteran Younis Mahmoud.

"Pemain-pemain sayap yang dimiliki Irak punya kualitas bagus. Skema serangan mereka juga tertata rapi. Saat menyerang mereka mendapat dukungan dari bek sayap. Mereka juga memiliki penyelesaian akhir yang bagus dan inilah yang perlu diwaspadai," katanya.

Sayang, pemain naturalisasi asal Belanda, Raphael Guillermo Eduardo Maitimo, kemungkinan tidak dapat dimainkan pada pertandingan berat ini. Penanggung Jawab tim nasional Indonesia, Bernhard Limbong, mengatakan Maitimo kemungkinan tidak bisa bermain karena terkait administrasi di FIFA. 

Menurut Limbong, FIFA belum mendapatkan data bahwa Maitimo tidak pernah membela timnas senior Belanda. Sebelumnya, PSSI sudah mendapatkan surat keterangan dari Federasi Sepakbola Kerajaan Belanda (KNVB), yang menerangkan bahwa Maitimo tak pernah memperkuat timnas senior Belanda di ajang resmi internasional sebelumnya. Surat itu tertanggal 7 Januari 2013.

Maitimo diproyeksikan untuk menempati posisi bek tengah menemani Wahyu Wijiastanto. Sebagai gantinya kemungkinan Nilmaizar akan memasukkan Handi Ramdhan. Nilmaizar telah mengumumkan 23 pemain yang dipersiapkan melawan Irak.

"Seandainya dia tidak bisa bermain, maka posisi dia akan diganti oleh pemain lain. Saat ini ada 29 pemain yang berada di Dubai, sampai H-1 sebelum pertandingan masih bisa melakukan perubahan," tutur Limbong.
Selain memperkuat pertahanan, Nilmaizar mengandalkan serangan balik sebagai usaha untuk mendapatkan gol. Kecepatan Andik Vermansyah, Okto Maniani, dan ketajaman Irfan Bachdim menjadi tumpuan.

"Yang jelas, siapapun yang turun nanti harus tampil maksimal dan mengutamakan kepentingan tim. Semua lini fokus kami benahi," ungkap Nilmaizar.
Irfan kemungkinan besar main sejak awal. Nil hanya membawa dua penyerang murni yakni Agung Supriyanto dan Mario Aibekob. 

Agung dipastikan absen karena mendapat kartu merah ketika Indonesia memukul Singapura pada laga terakhir kualifikasi Piala Asia U15 Juli 2012. Sedangkan Mario kurang berpengalaman.
Irak Waspada

Di atas kertas, kekuatan Indonesia jelas kalah jauh dibanding Irak. Apalagi Tim Garuda masih belum diperkuat sebagian besar pemain terbaik yang bermain di Indonesia Super League (ISL).
Sebelumnya, Andik dkk juga harus menyerah 0-5 dari Yordania dalam laga uji coba, Kamis lalu, di Amman. 
Secara keseluruhan, persiapan timnas melawan Irak pun tak maksimal. Namun demikian, Pelatih Irak Hakeem Shaker tetap memilih waspada. Ia menyatakan kekalahan dari Yordania tidak bisa serta-merta menjadi ukuran kekuatan Indonesia.

"Hasil yang diperoleh Indonesia di laga melawan Yordania bukan ukuran sebenarnya. Tentu kinerja dan gaya bermain akan berbeda di dalam babak playoff," kata Shaker seperti dikutip dari Al-Bayyna.

Menurut Shaker, hal itu juga yang membuat timnya akan tetap menghormati skuad asuhan Nilmaizar. "Gaya permainan Indonesia hampir sama dengan Malaysia. Sehingga pertandingan akan berjalan keras untuk kami. Jadi, kami harus tetap hormat," jelasnya.

Meski hormat, Shaker tampak optimistis. Rasa itu ditunjukkannya tak lepas karena performa yang dipertontonkan anak asuhnya di laga uji coba melawan Malaysia, Jumat (1/2), yang berkesudahan 3-0 untuk  Irak. (*)

Editor: Iswidodo
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas