Kamis, 27 November 2014
Tribun Batam

Pulau Serapat di Kota Batam Dilego Rp 20 M kepada Asing

Selasa, 12 Februari 2013 08:57 WIB

Pulau Serapat di Kota Batam Dilego Rp 20 M kepada Asing
TRIBUNNEWSBATAM.COM/MAPS.GOOGLE.COM
JUAL- Pulau Serapat di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam yang ditawarkan di internet untuk dijual.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kasus penjualan pulau mencuat di Batam. Pulau Serapat yang masuk wilayah Kecamatan Belakangpadang, ditawarkan dengan harga Rp 20 miliar. Harga itupun masih bisa nego.

Tak ayal lagi, rencana itu membuat banyak pihak terkejut. Selain modusnya yang melalui situs online, penjualan pulau terdepan ini juga dikhawatirkan mengoyak aspek keutuhan wilayah RI.

Pulau Serapat ditawarkan melalui situs jual beli tokobagus.com, Senin (11/2). Iklan bernomor 15935223 itu pertamakali diunggah sekitar pukul 08.00 WIB.  Dalam iklan itu disebutkan, Pulau Serapat memiliki luas 400.000 m ( 40 Ha) dengan harga Rp 20 miliar nego. Status akta jual beli (ajb) tidak bersengketa masalah hukum.

Pengunggah iklan juga memaparkan letak geografis Pulau Serapat yang dikelilingi laut sangat eksotis. Lokasinya bersebelahan dengan pulau Belakangpadang, Pulau Sambu, dan pulau kecil lainnya.  Sedangkan wilayah administratifnya disebutkan, Pulau Serapat RTXVI/08, Desa Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam.

Pengunggah iklan juga menampilkan foto-foto Pulau Serapat, baik foto udara maupun foto pantai. Dalam iklan itu juga melampirkan contact person yang berkaitan.

Bandi, si pemasang iklan, yang dimintai penjelasannya lebih lanjut menyatakan, ia ingin Pulau Serapat bisa dimanfaatkan oleh investor dan tidak "tidur" seperti saat ini. Menurutnya, jual-beli pulau semacam ini sudah banyak terjadi di Batam.

"Di pulau-pulau di Batam rata-rata memang begitu. Dijualbelikan kepada orang asing, bisa dipakai untuk labuh tongkang atau kapal, sampai untuk resort," ujarnya Senin (11/2) siang. (*)

Editor: Iswidodo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas