Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Batam

Handphone Dibawa Keluar Batam Kena Pajak 30 Persen Lho

Kamis, 14 Februari 2013 14:41 WIB

Handphone Dibawa Keluar Batam Kena Pajak 30 Persen Lho
tribunnewsbatam.com/widodo
PAJAK- Setiap handphone dibawa keluar dari Batam seharusnya dikenakan pajak keluar, PPN dan PPh total sekitar 30 persen.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Dalam Rapat Dengar Pendapat oleh Komisi Dua DPRD Kota Batam dengan menghadirkan Bea Cukai dan BP Batam banyak hal terungkap. Komisi 2 DPRD Batam menduga adanya handphone yang merembes keluar Batam. Karena dalam sebulan ada masuk 70 ribu unit tetapi dibanding dengan jumlah penduduk Batam, maka sangat fantastis.

Sebenarnya hearing itu membahas Permendag 82 tahun 2012, yang menurut Yudi Kurnain Ketua Komisi 2 DPRD Kota Batam, Menteri  khawatir handphone yang masuk lewat Batam merembes ke daerah lain bisa berdampak dalam perekonomian nasional. 

"Izin sekitar 70 ribu per bulan, itu total berbagai macam merek. Rata-rata dari Singapura dan Cina. Nggak ada yang macam-macam. Mengapa macam-macam, orang masuk ke mari (Batam) juga bebas pajak kok. Ini kan hanya sosialisasi supaya pengimpor handphone sekarang mengurus API (Angka Pengenal Impor) nya," jelas Emi Ludiyanto, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Kamis (14/2).

Menurut Bea Cukai, saat ini  dari 8 importir handphone yang ada di Batam, belum mengurus API nya.

"Kemarin ada sembilan importir, cuma satu sudah kita blacklist. Nah, yang delapan ini belum mengurus API nya sesuai ketentuan yang baru. Sekarang untuk satu usaha harus menggunakan satu pengenal impor. Ini yang belum dilakukan mereka," tegasnya.

Dijelaskan Eni, harga handphone di Batam (FTZ) dibanding harga di kota lain hanya selisih sedikit saja, yaitu sekitar 10-12,5 persen.  "Kalau masuk kemari (Batam) kan, cuma bebas biaya PPN 10 persen dan PPH 2,5 persen," sebut pria itu santai.

Selama ini, peredaran handphone di Batam, selain dinikmati oleh warga Batam, ada juga beberapa yang dibeli oleh para turis domestik yang sengaja membeli di sini. Atau juga yang dikirimkan melalui jasa-jasa pengiriman, diantaranya TIKI, DHL, dan banyak lagi.

"Tapi kalau keluar juga kan akan kami kenakan pajak. Sekitar 30 persen lah, itu pajak keluar 15 persen, PPN 10 persen, dan PPH 2,5 persen. Kalau nggak punya API, PPH nya 7,5 persen," imbuh Emi. (*)
Editor: Iswidodo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas