Minggu, 23 November 2014
Tribun Batam

Inilah Caranya Agar Kartu Kredit Bisa Menjadi Mesin Pencetak Uang

Jumat, 15 Februari 2013 19:12 WIB

Inilah Caranya Agar Kartu Kredit Bisa Menjadi Mesin Pencetak Uang
Tribunnews Batam/Istimewa
Ilustrasi Kartu Kredit
Laporan Tribunnews Batam, Yusuf Riyadi

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Saat ini, kartu kredit sudah jadi bagian gaya hidup. Hal itu wajar, karena jika digunakan secara benar, kartu ini akan sangat membantu mengatasi masalah keuangan seseorang. 

Sebaliknya, jika tanpa perhitungan, kartu kredit bisa membahayakan kondisi keuangan. Agar tak salah langkah, penggunaan kartu kredit harus disertai ilmu yang tepat. Salah satunya dengan mengikuti seminar credit card revolution. 

Sebab, dalam seminar ini setiap peserta akan diberi pengetahuan tentang memanfaatkan kartu kredit, baik untuk modal bisnis, mengelola managemen kartu kredit, sampai permasalahan kartu kredit lain yang sering dijumpai di dalam kehidupan.

"Dalam seminar ini akan dikupas beragam cara memanfaatkan kartu kredit dengan cerdas," ujar Angel, panitia seminar, Rabu (13/2/2013). 

Dia menjelaskan, dalam seminar kartu kredit yang akan dilaksanakan di Hotel Pacific Kamis (14/2/2013) mulai pukul 17.00 WIB akan disampaikan pakar kartu kredit nomor 1 di Indonesia sekaligus penulis buku best seller credit card revolution yakni Roy Shakti. 

"Dalam kesempatan ini juga dibahas bagaimana caranya agar kartu kredit jadi mesin pencetak uang," jelasnya. 

Selain itu, kartu kredit bisa diartikan sebagai kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang barang yang dibutuhkannya secara utang. 

"Jadi, pada dasarnya ini adalah alat transaksi alternatif yang sifatnya sama dengan utang. Bank membayar dulu transaksi yang Anda lakukan, lalu Anda membayar setiap bulan sesuai tanggal yang telah disepakati," ungkapnya. 

Namun, sebelum memiliki kartu kredit paling tidak harus mengetahui biaya biaya dalam kartu kredit agar pengguna bisa berpikir ulang dalam menggunakan kartu kreditnya dalam bertransaksi. 

Apalagi, bunga yang diterapkan oleh bank adalah bunga berbunga (compound interest) di mana bunga yang jatuh tempo ditambahkan ke nilai pokok pada akhir setiap periode, sehingga perhitungan untuk periode berikutnya akan didasarkan pada nilai pokok baru.

Seperti halnya utang, kartu kredit pada dasarnya bersifat netral, tergantung pemegangnya yang menentukan penggunaannya. Nah, jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang barang yang bukan menjadi kebutuhan utama Anda, hal inilah yang bisa berdampak besar pada keterpurukan.

"Apalagi jika memiliki penghasilan yang pas pasan dan tidak mengerti bagaimana bank menerapkan biaya bagi penggunaan kartu kredit. Wah, Anda bisa mati kutu dan harus jadi budak kartu kredit dalam kurun waktu lama," ungkapnya.

Untuk dapat mengikuti seminar ini, peserta bisa mendapatkan tiket box di beberapa tempat seperti Hotel Pacific Jodoh, Toko buku Gramedia BCS Mall, Agen JNE atau pengusaha tiket Nagoya di kompleks Bumi Indah C No 3, Bimbel Prestasi Ruko Central Park blok B no 7 Simpang Kara Batam Centre dan bisa didapat juga di Bima steel Bukit palem permai Blok C1 no 6 Batam Centre. "Untuk harga tiket di hari H sebesar Rp 150 ribu per orang," paparnya

Tidak hanya itu, seminar ini juga menjadi bagian penting untuk masyarakat urban dan kota besar seperti di Batam. Di mana zaman modern seperti saat ini kartu kredit bukan lagi menjadi barang eksklusif. Sesuai tuntutan zaman yang memaksa kita untuk memiliki mobilitas yang tinggi.

"Membawa uang tunai terlalu banyak saat kita beraktivitas selain merepotkan juga berbahaya bagi keamanan. Dengan membawa kartu kredit, Anda cukup membawa satu benda sebesar kartu ATM dan masih bebas bertransaksi," ujarnya. (*)
Editor: Candra P. Pusponegoro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas