PRAHARA DEMOKRAT

Doa untuk Anas Tak Terkirim, Mantan Guru Gagal Kirim SMS

Penenatapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus korupsi mengejutkan orang-orang di kampungnya, Blitar, Jawa Timur.

Doa untuk Anas Tak Terkirim, Mantan Guru Gagal Kirim SMS
Tribun Jakarta/Jeprima
LEPAS JAKET - Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum mengadakan jumpa pers atas pengunduran dirinya dari Ketum PD, di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2013). Pengunduran Anas tersebut menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan kasus korupsi proyek Hambalang oleh KPK sehari sebelumnya.
BLITAR, TRIBUN - Penenatapan Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, sebagai tersangka kasus korupsi mengejutkan orang-orang di kampungnya, Blitar, Jawa Timur. 

"Saya terkejut sampai sampai meneteskan air mata," ujar Hajah Siti Khodijah (46), teman sekolah anas di MTs Negeri Kunir, Wonodadi, Blitar, Sabtu (23/2/2013).

Seorang mantan guru Anas di Mts Negeri Kunir, Hj Miatu Habbah, bahkan menyempatkan  waktu mengirim doa khusus melalui layanan pesan singkat (SMS). Sayang, doa tersebut tidak terkirim ke telepon selular milik Anas, meski Bu Mik, panggilan akrab Hj Miatu Habbah, mencoba berkali-kali. 

"Nas, berdoalah selalu lailaha ila anta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Dan setelah itu amalkan Nas biar kamu disenangi dan dicintai semua orang.  Robbi habli minasholihin. Dan biar hatimu tenang, amalkan terus untuk ketentraman hatimu. Kodho khothilti adriqni ya rosullah." Itulah isi SMS Bu Mik yang gagal terkirim, Jumat, karena telepon selular Anas dalam kondisi tak aktif . 

Perempuan berusia 60 tahun itu mengaku meneteskan air mata usai merangkai kata dalam SMS tersebut.

"Saya gelo (menyesal). Saya ndak tega melihat bocah baik seperti Anas dituduh korupsi," ujarnya saat ditemui Surya di kediamannya tak jauh dari bekas sekolah Anas, Sabtu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Anas menyatakan berhenti dari jabatan Ketum Partai Demokrat. Namun Anas menabuh genderang perang bahwa kariernya tidak akan habis karena kasus itu.

Anas, anak kedua dari empat bersaudara, pernah mengenyam pendidikan setingkat SMP di MTs Negeri Kunir pada 1982 sampai 1984. Di sekolahan itu, Habib Muchni, ayahnya, juga mengajar. 

Muchni dikenal sebagai satu di antara beberapa tokoh masyarakat yang mendirikan sekolah.
 
Bu Mik bercerita, setiap Anas dapat masalah, dia selalu kirim doa. "Agar dia tabah terhadap kezaliman dan fitnah yang menerpanya," tutur Bu Mik sembari mengusap air mata.

Saat pertama kali namanya disebut sebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazzaruddin terlibat korupsi proyek Hambalang, Bu Mik semakin rajin mengirimkan doa. Dia bahkan mengaku sering curhat kepada Ny Sriati, ibunda Anas, tentang nasib bekas muridnya itu.  

"Ibunya sampai berkata ndak rela anaknya difitnah. Mending aku ndelok anakku iku macul nang sawah, njabuti pari (Lebih baik saya melihat anakku mencangkul di sawah, memanen padi)," kata  Bu Mik menirukan ucapan Ny Sriati. 

Menurutnya, Anas pernah disumpah ibunya terkait dugaan terlibat korupsi. Saat itu Anas meyakinkan sang ibu, dirinya  tidak bersalah.

Bagi Bu Mik, Anas sudah menjadi anaknya sendiri. Suami Athiyyah Laila itu tidak pernah melupakan jasa Bu Mik. Ia terakhir kali bertemu Anas di Blitar pada saat ulang tahun yang dirayakan pada Juli tahun lalu.

Selain guru di sekolah, Bu Mik juga menjadi guru mengaji Anas. Selama tiga tahun menimba ilmu di MTs, Anas memilih tinggal di asrama pelajar yang sejak awal diurus Bu Mik. "Usai sekolah, dia tidur di sini. Kalau sore, dia selalu ke sawah untuk bermain," ungkapnya.

Korban konspirasi

Dari puluhan guru yang pernah menjagarnya, Bu Mik merupakan sosok yang paling dekat dengan Anas. Setiap kali bertemu, Anas selalu memeluk dan mencium Bu Mik yang sudah dianggap  sebagai ibu.

"Saya hanya menyuruhnya wirit, bersalawat dan salat tahajud. Dia pribadi yang kuat," puji Bu Mik. Sembari berkisah soal Anas, Bu Mik tak hentinya memuji kekaleman dan kesabaran Anas. 

Menurutnya, watak Anas yang kalem merupakan tempaan ayahnya yang mengajar mata pelajaran akhlak dan budi pekerti. 

Sedang Hj Siti Khodijah (46), teman sekolah Anas di MTs Negeri, juga mengaku tak percaya Anas terlibat korupsi. 

"Hati saya berkata tidak mungkin dia (Anas) melakukan itu (korupsi). Dia orangnya bersih. Anas itu didikan Ustad Muchni, ayahnya yang juga guru di sekolah ini," ujar Siti.

Begitu juga dikatakan Agus Syaifudin (44), teman sekolah Anas.  Guru pelajaran matematika sekolah tersebut mengatakan, Anas hanyalah korban konsiprasi elite politik. "Saya kenal dia. Jadi tidak mungkin dia mau uang haram," ujar Agus.

Agus berharap Anas dibebaskan dari segala tuduhan. Dia meyakini, Anas tidak terlibat skandal Hambalang karena hanya berdasarkan tuduhan M Nazaruddin. 

"Anas itu mendapat didikan langsung almarhum ayahnya. Sedari kecil Anas memang pendiam tetapi dia paling pandai di sini," ungkap Agus. 
 
Tak beda halnya dengan Badi Waluyo, mantan relawan Anas dalam pemilihan umum legislatif 2009 lalu. Joko mengetahui penetapan tersangka terhadap Anas melalui setelah menonton siaran televisi. 

Joko dan istri mengikuti berita tentang tetangganya itu sejak Jumat malam. Istri Joko bahkan  terus mengkuti berita seputar Anas melalui televisi.

Joko  tidak percaya sosok rendah hati seperti Anas terlibat korupsi. "Saya tidak percaya. Mas Anas orang baik," imbuhnya. Selama ini  Anas dikenal baik oleh warga. 

Setiap pulang kampung, Anas selalu menyempatkan diri berkumpul bersama warga. Saat mudik, Anas juga sering terlihat mengajak anaknya ke sawah. (surya/idl)
Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved