PRAHARA DEMOKRAT

Yusril Ihza Mahendra: Saya Bukan Pembela Anas Urbaningrum

Yusril Ihza Mahendra sempat disebut sebagai calon penasihat hukum Anas Urbaningnrum hadapi tuduhan korupsi.

Yusril Ihza Mahendra: Saya Bukan Pembela Anas Urbaningrum
Tribun Batam/ Istimewa
Yusril Ihza Mehendra
TRIBUNNEWSBATAM.COM- Nama pakar kukum Yusril Ihza Mahendra sempat disebut sebagai calon penasihat hukum Anas Urbaningnrum untuk menghadapi tuduhan korupsi proyek Hambalang. Namun Yusril menyebut belum ada satupun pihak Anas yang menghubungi dirinya.

"Belum ada yang menghubungi saya," kata Yusril usai acara deklarasi ormas Perindo di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2). Mantan Menkumham itu mengatakan, Anas sudah memiliki sejumlah pengacara seperti Firman Wijaya, Patra M Zen, dan Denny Kailimang.

Namun, sebagai akademisi, Yusril membuka diri jika pengacara Anas ingin berkonsultasi mengenai masalah hukum. "Kalau pengacara beliau ingin konsultasi ya dengan senang hati saya layani. Kalau SBY tanya, saya juga  akan jawab," imbuhnya.

Yusril mengaku kini sibuk mengikuti sejumlah kegiatan dan menangani kasus hukum. Oleh karena itu  ia merasa tidak perlu terlibat dalam kasus yang membelit Anas Urbaningrum. "Saya tidak akan langsung terlibat perkara itu," tukasnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra dikabarkan menawarkan diri jadi penasihat hukum Anas Urbaningrum. "Informasinya seperti itu dari teman-teman," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Umar Arsal, di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (23/2).

Umar Arsal mengucapkan terima kasih atas kesediaan Yusril untuk menjadi pengacara Anas yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK. "Kita mengucapkan terima kasih banyak. Di DPP Demokrat masih banyak teman-teman yang bisa membantu," kata Umar Arsal.

Ketua Umum Perindo, Hary  Tanoesudibjo yang pernah bertandang ke rumah Anas Urbaningrum, mengaku tidak punya niat mengajak Anas bergabung di ormas yang didirikannya. "Tidak ada pembicaran itu," kata Hary.

Hary mengakui kedatangannya ke rumah Anas untuk memberikan dukungan moral. "Jadi kalau ada sahabat mendapat musibah, kita memiliki tanggung jawab  memberikan dukungan moral supaya tegar. Hanya itu saja, tidak ada pembicaraan lainnya," katanya.

Bila tidak mengajak ke Perindo, apakah Hary lantas meminta Anas bergabung ke Hanura? "Ah itu juga tidak," ujarnya.

Sedangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menetapkan jadwal pemeriksaan terhadap Anas Urbaningrum. "Mengenai kapan (pemeriksaan terhadap Anas), saya belum dapat informasi pasti," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Minggu. Namun Johan memastikan KPK akan memanggil Anas untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved