INSIDEN PENEMBAKAN DI BATAM

Ini Insiden Aksi Penembakan Heboh di Jodoh Batam Senin Malam

Insiden penembakan membabi-buta terjadi di Batam, Senin (25/2) malam.

Ini Insiden Aksi Penembakan Heboh di Jodoh Batam Senin Malam
tribunnews.com
TEMBAK- Ilustrasi penembakan. Terjadi insiden penembakan di Jodoh Batam, Senin 25 Februari 2013 tengah malam. Polisi masih selidiki kasus ini.
Laporan Tribunnews Batam, Aprizal - Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Penembakan membabi-buta terjadi di Batam, Senin (25/2) malam. Polisi masih memburu Agung Irawan, warga Bengkong, Batam, sebagai pelaku penembakan yang lolos dari sergapan pada Selasa (26/2). Polisi berharap pengungkapan kasus ini sekaligus bisa menguak kejadian-kejadian lain.

Rentetan tembakan senjata api mengoyak kegaduhan suasana Kompleks Maritim Square, Jodoh, Batam, Senin malam sekitar pukul 22.30 WIB. Satu orang bernama Hasan terluka, sedangkan rekannya, MA, selamat. Meski Hasan telah berada di tangan polisi, belum diketahui motif aksi koboi tersebut. Kapolsek Batuampar Kompol Zaenal Arifin baru menyatakan diduga karena ada dendam di antara mereka.

Informasi Tribun menyebutkan, pada Selasa (26/2) siang, tim Buser Polresta Barelang telah mencium sepak terjang Agung. Mereka pun telah menggeledah rumahnya. Ternyata Agung tidak pulang. Polisi justru mendapati peralatan pengisap sabu di kamarnya.

"Kita terus melacak keberadaan dia, termasuk mengusut kepemilikan senjatanya. Lebih dari itu, kita juga mendapatkan informasi lain tentang Agung, termasuk kemungkinan hubungannya dengan Hasan dan MA hingga terjadi penembakan di lokasi remang-remang itu. Kita masih kembangkan," ujar seorang anggota kepolisian di Mapolres Barelang yang berkompeten menangani kasus ini.

Agung tinggal bersama istri dan anaknya. Agung diketahui oleh warga sekitar sebagai seorang tekong yang kerap mencari penghasilan di Malaysia. Warga juga mengetahui ia sering berganti- ganti mobil ketika pulang kampung.

Terkait motif penembakan, Kapolsek Batuampar Kompol Zaenal Arifin menyatakan, penembakan terjadi karena cekcok antar teman. "Korban (Hasan) kondisinya masih lemas, jadi belum bisa dimintai keterangan lebih rinci. Yang jelas mereka ini teman sekampung. Makanya sampai saat ini masih kami dalami," ungkapnya.

Hasan mengalami luka tembak tembus di bagian betis kaki kanan. Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Graha Hermine Batuaji setelah yang bersangkutan memilih pulang dengan naik ojek. Setelah menjalani operasi, Hasan pun dijemput dan diminta tetap tinggal di Polsek Batuampar.

"Menurut pengakuan Hasan dan MA, saat ditembak AG dirinya tidak tahu apa-apa, karena dirinya sedang ngobrol," kata Zaenal.

Kepada polisi Hasan menceritakan, malam itu ia sedang bersantai di sebuah warung di dekat Kantor Pos Jodoh. Tiba-tiba Agung menelepon dan meminta dirinya dan MA pindah ke Kafe Cindy untuk bertemu.

Tidak lama berselang Agung tiba di warung Cindy. Hasan sempat cekcok, yang akhirnya Agung naik pitam dan membabi buta memuntahkan peluru dari senjata apinya. Melihat HS tertembak, MA langsung melarikan diri hingga sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (26/2) dinihari MA mendatangi Mapolsek Batu Ampar melaporkan kejadian ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved