ANAK HILANG DI BATAM

Polisi Masih Selidiki Jejak Anak Dalam Mobil Rusak

Empat bocah yang ditemukan tewas berada dalam mobil rusak akhirnya dimakamkan di TPU Sei Temiang, Sabtu (2/3/2013).

Polisi Masih Selidiki Jejak Anak Dalam Mobil Rusak
tribunnewsbatam.com/argyanto
MAKAM- Pastur memimpim proses pemakaman empat bocah di TPU Sei Temiang, Sabtu 2 Maret 2013. Proses pemakaman ini dihadiri oleh ribuan orang turut bela sungkawa atas meninggalnya 4 bocah dalam mobil rusak di Sei Panas.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Empat bocah yang ditemukan tewas berada dalam mobil rusak di Pasar Cik Puan hari Kamis (28/2) akhirnya dimakamkan di TPU Sei Temiang, Sabtu (2/3/2013). Prosesi pemakaman itu dihadiri ribuan orang turut berbela sungkawa.

Kecurigaan akan kematian yang tak wajar kian menguat dari keluarga korban, hingga mereka pun mendesak aparat untuk secepatnya mengungkap kasus ini. Sebelum dimakamkan, empat bocah tersebut jasadnya sudah divisum dan dilakukan otopsi. Untuk hasil visum sementara diketahui empat bocah tersebut meninggal karena kehabisan oksigen berada dalam mobil rusak itu. Sedangkan hasil otopsi belum diketahui.

Aparat Polda Kepri dan Polresta Barelang sendiri hingga kemarin belum berhasil mengungkap misteri di balik kematian empat bocah warga Kampung Durian, Kelurahan Sadai Bengkong, Batam itu. Dari hasil visum belum ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Polisi masih menyelidiki lebih mendalam, terutama dari hasil otopsi oleh Tim Forensik di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol M Fadhil saat memaparkan hasil visum di Mapolresta Barelang, Sabtu (2/3) sore, mengatakan dugaan sementara meinggalnya empat bocah, Yoseph Kosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (4), Aprilyus Ama Mado (5), dan Maria Magdalena Yelsan Fenge (6) disebabkan karena Afeksia atau yang lebih dikenal dengan istilah mati lemas karena kekurangan oksigen.

Hanya saja, Fadhil mengaku, pemaparan hasil visum luar ini bukanlah hasil akhir, melainkan ada
beberapa bukti lain yang ditemukan dari hasil olah TKP, untuk segera diungkap. "Visum luar dan visum dalam atau yang lebih dikenal otopsi bukanlah untuk mengetahui apakah korban menjadi korban pembunuhan atau tindak pidana lainnya, melainkan hasil untuk mengetahui penyebab dan waktu kematian," kata Fadhil.

Kasus ini diakui Fadhil bukan kasus biasa. Oleh karenanya akan tetap mendapatkan perhatian serius yang juga didukung Mabes Polri. Ditegaskannya, untuk pengungkapan kasus ini, polisi menggunakan sistem Science Crime Investigasi (SCI).

Keempat bocah warga Kampung Durian itu ditemukan meninggal terkurung didalam mobil pada Kamis (28/3) sore. Mereka dalam posisi tertumpuk rapi di jok belakang sedan Subaru BM 1306 XS yang kondisinya sudah teronggok bertahun-tahun. Mereka hilang sehari sebelumnya.

"Untuk saksi saat ini sudah tujuh orang yang kami periksa termasuk orangtua korban. Bahkan Forensik Mabes Polri juga sudah melakukan pemeriksaan mobil di tempat kejadian hingga dibawa ke Mapolresta Barelang," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved