ANAK HILANG DI BATAM

Kaos dan Celana Empat Anak Dijemur di Polresta Barelang

Baju dan celana empat anak yang tewas kemarin, dijemur di Polresta Barelang, Senin (4/3).

Laporan Tribunnews Batam, Aprizal/Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Jhon Parera, kakek dari Maria Magdalena Yelsan Fenge (6), Yoseph Cosmas Ferson (4), dan Wihelmus Rudi (3) mengaku kaget ketika mengetahui kabar bahwa pakaian keempat bocah yang tewas di dalam mobil di Pasar Cik Puan, ternyata dijemur di Mapolresta Barelang, Senin (4/3) siang.

Ia dan keluarga korban yang lain tampak antusias mengamati foto-foto pakaian yang dijemur itu, saat Tribun menujukkan foto itu di rumah mereka. Namun keluarga empat bocah warga Kampung Durian, Kelurahan Sadai, Bengkong, itu menilai ditemukannya baju, celana, maupun sendal, belum menjawab misteri kematian empat bocah. Ia mencurigai pakaian itu ada yang membawa, kemudian menyerahkannya kepada polisi.

"Sampai saat ini saya yakin baju itu tidak ada di TKP, karena saat evakuasi saya langsung menyaksikan dan yang terlihat mengenakan pakaian hanya Aprilyus Ama Mado (5). Selain itu, sandal yang dikenakan keempat bocah tersebut, hanya oleh Aprilius Ama Mado saja, dan itupun hanya sebelah. Sandal ketiga cucu saya sama sekali tidak terlihat saat evakuasi," kata Jhon Parera, Senin (4/3).

Namun demikian, Jhon tetap berharap agar kepolisian bisa secepatnya mengungkap kasus ini. Ia kembali mengungkapkan kecurigaannya bahwa keempat bocah itu meninggal sebelum dimasukkan ke dalam mobil. Selain karena posisinya yang tersusun rapi di jok belakang, keluarga juga sempat mengecek kondisi dalam mobil rongsok bernopol BM 1036 XS itu, tetapi tak menemukan bocah-bocah malang itu.

"Kenapa saya anggap tidak wajar, karena saat cucu-cucu saya itu tidak pulang malam Kamis, semua tempat sudah kami cari, termasuk mobil rongsokan yang ada
di kawasan Pasar Cik Puan. Semua tidak luput pengecekan. Bahkan anak saya itu empat
kali kembali ke mobil tersebut dan menyenter ke dalam mobil untuk memastikannya,
dan tidak ada cucu-cucu saya disana," ujarnya.

"Setelah ditemukan, saya juga melihat langsung proses evakuasinya, sudah jelas tidak ada pakaian yang dikenakan ketiga cucu saya itu kecuali (satu bocah lainnya) Aprilius Ama Mado," kata dia.

Kekagetan serupa dirasakan Yulia, orangtua dari Yelsan dan Ferson yang kemarin sangat antusias melihat foto-foto baju putra dan putrinya itu. Ia pun langsung menunjuk baju-baju anaknya yang pada saat-saat terakhir dikenakannya. "Benar ini baju yang dipakai anak saya Ferson saat terakhir, warna merah bergambar kartun dan celana kuning gambar bola," ungkapnya seraya memerhatikan foto yang ada di kamera wartawan Tribun.

Begitu juga pakaian yang dikenakan Yelsan, Yulia mengaku masih ingat betul, yakni
kaos kuning dan celana pink. "Benar sekali ini, ini baju dan celana anak-anak saya, dan ini sendal mereka. Dimana barang-barang itu ditemukan, mengapa tidak terlihat saat proses evakuasi," ujar Yuli yang mengaku heran dengan semua ini.

Yasinta, ibu Aprilyus Ama Mado tak kalah kagetnya. Ia bahkan sempat menitikkan air matanya saat melihat photo pakaian anaknya. "Mado pakai baju corak loreng dan pakaian itu satu stel, baju dan celana. Pakaian itu yang sangat disukainya, makanya jarang sekali dilepasnya," kata

Yasinta mengenang dengan mata berkaca-kaca. Beberapa menit ia memandangi gambar baju-baju itu. Dikatakan, keluarganya kini selalu berdoa siang dan malam agar kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved