ANAK HILANG DI BATAM

Ini Kesaksian Tiga Orang Melihat Empat Anak Sebelum Hilang Ditemukan Tewas

Minimal sudah tiga orang saksi memberikan kesaksian menit menit terakhir melihat empat anak itu sebelum dinyatakan hilang.

Ini Kesaksian Tiga Orang Melihat Empat Anak Sebelum Hilang Ditemukan Tewas
tribunnewsbatam.com/argyanto
SANDAL- Sandal dan pakaian empat anak Kampung Durian yang ditemukan tewas dalam mobil, dijemur di Polresta Barelang. Foto diambil 04 Maret 2013.
Laporan Tribunnews Batam, Aprizal/Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kematian Maria Magdalena Yelsan Fenge (6), Yoseph Cosmas Ferson (4), Aprilyus Ama Mado (5), dan Wihelmus Rudi (3) terus menjadi perbincangan, terutama warga yang beraktivitas di kompleks Pasar Cik Puan. Mereka masih heran mengapa keempat anak itu bisa ditemukan tewas di dalam mobil.

Padahal deretan ruko di depan mobil rongsokan tempat ditemukannya jasad empat bocah itu merupakan bengkel. Mulai dari bengkel mobil,  teralis, hingga bengkel las.  Bagi para pekerja bengkel, mereka tidak percaya jika empat bocah itu masuk ke dalam mobil. Selain lokasi ramai, jarak antara bengkel dengan mobil sangat dekat.

Seorang pekerja bengkel di lokasi penemuan jasad mengaku tidak melihat empat bocah itu main di sekitar mobil maupun  kawasan mereka bekerja pada Rabu siang.

"Kalau tidak salah, siangnya tidak ada lagi mereka terlihat, yang ada hanya sekitar pukul 09.00 WIB. Itupun bukan main di sekitar bengkel, melainkan bermain di sekitar sekolah TK, karena banyak anak-anak seusia mereka," kata seorang pekerja bengkel yang ada dikawasan tersebut.

Yelsan, Ferson, Wihelmus Rudi, dan Aprilyus Ama Mado memang familiar dengan pekerja di bengkel. Mereka kerap bermain di lokasi itu selain juga mencari paku dan besi. "Tapi kami tidak tahu juga, mungkin pas istirahat mereka main di sekitar mobil. Tapi kami rasa tidak mungkin, karena jam segitu cukup panas," sebutnya.

Polisi terus mendalami penyebab kematian empat bocah itu. Informasi yang diperoleh Tribun, sudah ada empat orang saksi yang diperiksa penyidik. Tiga dari empat saksi mengaku melihat mereka sebelum ditemukan meninggal. Namun dari keterangan keempat saksi, melihat keempat bocah itu dalam waktu yang berbeda-beda.

"Saksi pertama He, karena dia yang mengaku melihat pertama keempat bocah itu dibawa oleh seorang wanita dengan menggunakan motor Mio. Saksi ini menjelaskan, keempat bocah itu dilihatnya dibawa seorang perempuan dekat Tempat Penampungan Sampah (TPS), yang tidak jauh dari tempat kosnya," ujar petugas itu.

Selama memberikan keterangan, He mengaku tidak salah saat melihat. Ia semakin yakin setelah melihat baju yang dikenakan keempat anak itu. Namun saat dilihatnya dekat TPS itu, tambahnya, saksi hanya melihat tiga orang anak yang dinaikkan keatas motor Mio dan satu orang jalan kaki.

"Hanya tiga orang yang dinaikkan ke motor, satu anak yang paling besar terlihat jalan kaki. Setelah ketiga anak dinaikkan ke motor, anak-anak itu dilihatnya dibawa jalan arah luar pasar Cik Puan. Keterangan saksi masih dalam pendalaman, keterangan saksi masih akan dicocokkan dengan keterangan tiga orang saksi yang juga sempat melihat keempat bocah itu dalam waktu yang berbeda-beda," ungkapnya.

Sementara saksi kedua, salah seorang petugas keamanan di Pasar Cik Puan. Keterangan sekuriti pasar itu, tambah petugas itu, sempat juga melihat keempat bocah itu di dekat bengkel las besi. Namun saat petugas itu melihat, tambahnya, hampir dalam waktu yang bersamaan dengan keterangan saksi He.
Saksi ketiga yang melihat keempat bocah itu, Ek, warga di sekitar pasar Cik Puan. Ia melihat empat bocah itu di depan klinik, seberang jalan Pasar Cik Puan. Namun saat itu saksi ketiga itu tidak melihat orang lain selain keempat bocah tersebut.

"Ek saksi ketiga ini melihat keempat bocah itu sekitar pukul 14.00 WIB. Saksi melihat anak-anak itu sedang berdiri-diri di depan klinik, depan pasar Cik Puan ini. Tidak sama dengan keterangan saksi pertama  yang melihat seorang wanita membawa keempat bocah itu dengan sepeda motor,"cerita penyidik itu.

Sementara saksi keempat yang melihat keempat bocah itu, As, warga kampung Telaga Indah. As melihat keempat bocah itu bermain di kampung tersebut. Namun saksi juga tidak melihat seorang wanita yang diduga membawa anak-anak itu.

"Dari keterangan saksi keempat, melihat keempat bocah itu di Kampung Telaga Indah sekitar pukul 16.00 WIB.  Bahkan sehari sebelum keempat bocah itu hilang, saksi juga mengaku melihat anak-anak itu di kampung Telaga Indah. Dari keterangan As, hari Selasa itu melihat anak-anak main ke kampung itu,"jelas penyidik tersebut.

Sementara He, pasca dimintai keterangan olek penyidik tidak lagi terlihat berada di tempat kosnya. Beberapa tetangganya mengatakan He belum pulang ke tempat kosnya itu."Semalam dipanggil polisi pak, sampai sekarang belum pulang," ujar seorang tetangganya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved