SKANDAL BANK CENTURY

Manuver Anas Urbaningrum Repotkan Istana Presiden RI

Manuver mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum soal dana talangan Bank Century mulai merepotkan sejumlah kalangan.

Manuver Anas Urbaningrum Repotkan Istana Presiden RI
Tribunnewsbatam.com/Kompas.com/Sandro Gatra
SUASANA AKRAB - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat disambut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ketika datang dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu ( 17/2/2013 ).
TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA-  Manuver mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum soal dana talangan Bank Century mulai merepotkan sejumlah kalangan. Pihak istana buru-buru menangkis. Bahkan Koalisi partai politik (Parpol) pendukung pemerintah yang tergabung dalam Setgab (Sekretariat Gabungan) mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, Senin (4/3), malam.

Pihak Isana Kepresidenan RI melalui Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi, Heru Lelono, menilai sikap Anas yang mendadak meminta Timwas Century menelusuri ketidaktahuan Presiden SBY atas bailout Century, merupakan hal aneh.

"Apalagi Anas pernah duduk di DPR sebagai ketua ataupun anggota fraksi partai Demokrat," kata Heru ketika dikonfirmasi Tribunnews.com.

Sebelumnya diberitakan Anggota Timwas Century Hendrawan Supratikno mengatakan dalam pertemuan dengan Anas Urbaningrum di kediaman Anas Duren Sawit Jakarta hari ini muncul keinginan dari Anas agar Timwas kembali menelusuri alasan SBY tidak tahu adanya bailout Century.

Heru yakin Anas sebenarnya pasti sudah sangat sering mendapat penjelasan dari SBY tentang masalah Century.  "Oleh karenanya saya sangat yakin ada pihak lain yang mendorong Anas untuk mengatakan hal itu," kata dia.

Dikatakan masalah Century akan selesai urusannya bila ditangani secara hukum dengan benar. Namun kalau digunakan untuk mainan diarena politik, memang tidak akan pernah selesai. "Sebaiknya Anas konsentrasi kepada masalah tuduhan KPK kepadanya," kata Heru.

Dia menyarankan untuk kebaikan masa depan Anas yang masih panjang dan dengan menambah hal yang tidak perlu dikhawatirkan  akan menambah pula beban bagi dirinya diwaktu yang akan datang.
Manuver mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengumbar skandal dana talangan Rp6,7 triliun terhadap Bank Century mendapat respon serius kubu partai penguasa.

Sedangkan Setgab (Sekretariat Gabungan) mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, Senin (4/3/2013), malam. Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, menyebutkan hadir sejumlah perwakilan parpol anggota Setgab dari Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan lainnya.

Pertemuan membahas banyak hal namun yang utama soal kasus Century dan pemilihan gubernur Bank Indonesia (BI) di DPR. Pertemuan itu pun diakui Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy.
"Ya, memang ada pertemuan dengan Setgab kemarin," ucap Tjatur di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Tjatur mengaku tidak tahu hasil rapat itu lantaran dirinya datang terlambat. Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar Ali Wongso juga membenarkan adanya pertemuan itu. Namun, ia menjelaskan, pertemuan Setgab ditunda lantaran mencari waktu yang tepat.

"Saya hadir, tapi akhirnya ditunda karena ingin menentukan waktu yang lebih pas. Memang membahas soal Century," ucap Ali Wongso. Lantaran rapat ditunda, Ali mengaku belum sempat ada arahan yang diterima para partai anggota Setgab.

Kendati demikian, informasi yang diperoleh Tribunnews.com dari sumber lain menyebut pertemuan menghasilkan sejumlah hal terkait Century dan pemilihan gubernur BI yang sedang dibahas di Komisi XI DPR RI.

Kemarin siang Anas menerima lima anggota DPR RI dari Tim Pengawasan Kasus Bank Century di kediamannya. Pembicaraan mereka sangat rahasia, namun diduga kuat terkait skandal Bank Century. Anas menyebut sejumlah nama elite politik yang menikmati aliran dana Rp 6,7 triliun dari Century.

Tema Century memang langsung membelah kekuatan Timwas Century. Dari sembilan anggota perwakilan masing-masing partai politik di DPR, yang hadir hanya lima. Mereka adalah Hendrawan Supratikno (Fraksi PDI Perjuangan), Ahmad Yani (PPP), Syarifudin Sudding (Hanura), Fahri Hamzah (PKS), dan Chandra Tirta Wijaya (PAN).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved