Raffi Ahmad Kerja Seperti Office Boy di Tempat Rehabilitasi Lido Jawa Barat

Mudy paman Raffi Ahmad melihat ponakannya itu mengerjakan tugas seperti office boy di tempat rehabilitasi di Lido Jawa Barat.

Raffi Ahmad Kerja Seperti Office Boy di Tempat Rehabilitasi Lido Jawa Barat - raffi_ahmad_sidang_praperadilan_di_pn_jakarta_timur2_0503_2013_heru.jpg
tribunnewsbatam.com/herudin
SIDANG- Penggemar Raffi Ahmad memberikan dukungan dalam Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2013.
Raffi Ahmad Kerja Seperti Office Boy di Tempat Rehabilitasi Lido Jawa Barat - raffi_ahmad_sidang_praperadilan_di_pn_jakarta_timur3_0503_2013_heru.jpg
tribunnewsbatam.com/herudin
SIDANG- Penggemar Raffi Ahmad memberikan dukungan dalam Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2013.
Raffi Ahmad Kerja Seperti Office Boy di Tempat Rehabilitasi Lido Jawa Barat - raffi_ahmad_sidang_praperadilan_di_pn_jakarta_timur4_0503_2013_heru.jpg
tribunnewsbatam.com/herudin
SIDANG- Penggemar Raffi Ahmad memberikan dukungan dalam Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2013.
Raffi Ahmad Kerja Seperti Office Boy di Tempat Rehabilitasi Lido Jawa Barat - raffi_ahmad_sidang_praperadilan_di_pn_jakarta_timur_0503_2013_heru.jpg
tribunnewsbatam.com/herudin
SIDANG- Penggemar Raffi Ahmad memberikan dukungan dalam Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2013.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA-  Bagaimanakah kondisi artis Raffi Ahmad selama menjalani proses rehabilitasi di Lido, Jawa Barat.  Mudy Pagau, paman Raffi, memberikan pernyataan mengejutkan. Menurutnya Raffi disuruh melakukan pekerjaan mirip office boy.

Dia melihat ternyata Raffi tidak menjalani proses detoksifikasi seperti halnya seorang pecandu narkoba. Setiap hari Raffi melakukan pekerjaan rumah.

"Pagi-pagi dia bereskan tempat tidur, nyapu. Dia kaya office boy yang baik," ucapnya, Selasa, (5/3) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Makanya, Mudy kadung kecewa dengan keputusan BNN yang mengirim keponakannya tersebut ke pusat rehabilitasi tersebut. "Mending di rumah saja kalau kaya gitu dong. Enggak usah didetoks," ucapnya.
Selain melakukan pekerjaan rumah, lanjut dia, keponakannya itu juga mengikuti kegiatan agama. Ia rajin salat dan zikir. Namun, diakuinya Raffi bukan tipikal orang yang suka mencurahkan hatinya kepada orang lain.

"Raffi orangnya enggak pernah curhat," tegasnya. Kasus Raffi kembali mencuat setelah Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang praperadilan yang diajukan keluarga Raffi. Selain keluarga, sidang itu juga dihadiri puluhan fans Raffi yang meminta presenter kondang itu dibebaskan.

Puluhan orang mengenakan kaos warna putih terlihat memadati ruang sidang. Pada bagian depan kaos bergambar wajah Raffi yang di bagian bawahnya tulisan "He's a victim". Dan di belakang kaosnya bertuliskan "korban konspirasi". Adapula yang yang bertuliskan kata "bebaskan". Mereka juga memamerkan spanduk bertuliskan "Bersatu untuk Keadilan Raffi Ahmad".

"Aa Raffi orangnya baik, sabar. Enggak mungkin pakai narkoba. Kami tidak percaya Aa Raffi salah," lanjutnya.

Bukan hanya para fans Raffi yang merelakan waktunya untuk memberi dukungan. Para tetangga Raffi di Lebakbulus juga berdatangan untuk memberikan dukungan moral.

Praperadilan ini sendiri diajukan Raffi dan kuasa hukumnya karena menilai BNN melakukan sejumlah pelanggaran dalam menangangi kasus yang melibatkannya. Salah satunya mengirim Raffi ke pusat rehabilitasi. Padahal, saat itu Raffi menolaknya. Pun, hasil pemeriksaan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) tidak merekomendasikannya menjalani rehabilitasi.

Ibunda Raffi Ahmad Amy Qanita tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat sidang praperadilan berlangsung. Air matanya meleleh. Ia menyeka pipinya yang basah dengan tissue. Ia menangis tatkala tim kuasa hukum anaknya, Raffi Ahmad, membacakan permohonan praperadilan. Emosinya memuncak karena sedih dengan nasib yang dialami Raffi.

Sebagai orangtua, Amy rupanya terpukul karena anaknya terlibat kasus narkoba.  "Saya berdoa kepada Allah. Saya ingin praperadilan ini Raffi bisa bebas. Pokoknya, saya percaya anak saya tidak bersalah," ucapnya.

Sedangkan BNN mendatangkan Raffi ke pengadilan dengan catatan majelis hakim memintanya. "Dalam beberapa persidangan tidak perlu hadir. Tapi kalau hakim menetapkan, akan kami hadirkan. Sekali lagi itu hakim yang menetapkan, nanti kami jadwalkan sesuai petunjuk dari hakim, " ucap Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN, Benny Mamoto.

BNN memang sengaja tidak meghadirkan presenter kondang itu dengan beberapa alasan. Di antaranya, faktor keamanan dan keselamatan Raffi sendiri. Lagipula, Raffi sudah punya kuasa hukum yang mewakilinya dalam persidangan praperadilan.

Selain itu, kehadiran Raffi dinilai belum perlu dalam proses persidangan praperadilan. "Karena ini bukan menguji materi," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved