Berton Suami Idawati Menghilang dari Batam

Berton direktur di salah satu perusahaan milik Idawati di Batam tak diketahui keberadaannya sejak 2011 silam.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, MEDAN- Penembakan itu dilakukan Gope dengan dibonceng Bripda Aulia ketika korban baru turun dari angkot menujuu rumahnya. Ironisnya, senjata FN yang sudah disita itu diperoleh dari kakak Brigadir Gusnita, M yang merupakan oknum TNI di Padang.

Peran Ashari yang merupakan pedagang martabak yakni menyimpan barang bukti pembunuhan, seperti pistol, sepeda motor, dan helm yang digunakan saat melakukan eksekusi. Sementara Iin bertugas mengawasi kebiasaan korban, termasuk memfoto wajah, dan rumahnya untuk diinformasikan kepada tim eksekutor.

Berton diketahui merupakan direktur di salah satu perusahaan milik Ida di Batam. Keberadaan Berton sendiri sejak 2011 tidak diketahui. "Keluarganya menyatakan dia hilang di Batam sejak 2011. Ada laporan hilangnya," ungkap Yoris.

Menariknya percobaan pembunuhan itu sudah dilakukan sejak 22 Desember 2012. Namun penyerangan yang dilakukan Gope menggunakan jari-jari sepeda motor yang diruncingkan hanya melukai korban. Percobaan kedua dilakukan 16 Januari 2013, kali ini Gope salah sasaran karena justru melukai ibu Nurmala, Ariani boru Sitohang.

Dan rencana pembunuhan itu akhirnya betul-betul terealisasi ketika bidan Puskesmas Teladan itu turun dari angkot bersama ibunya, 7 Februari lalu. Pelaku menembak korban ketika hendak masuk ke rumah, Jalan Pertahanan, Gang Indah, Patumbak, Deliserdang. Penembakan itu disaksikan langsung sang ibu.

"Eksekutor menerima upah Rp 20 juta. Uangnya sudah diserahkan pada 10 Februari, atau tiga hari setelah pembunuhan," terang Yoris seraya menyatakan penyidik juga menyita berbagai dokumen mengenai rencana pembunuhan itu.

Sementara itu setelah Ida dibawa ke Mapolresta Medan, sekitar 100 orang keluarga mendiang Nurmala Dewi Tinambunan dan warga beramai-ramai mendatangi Polresta Medan. Mereka meminta pelaku dihukum berat.

Massa datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan dan tiba di Mapolresta Medan sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (6/3). Sejumlah poster dan spanduk turut dibentangkan. "Kami datang untuk mendukung polisi, dan meminta pelaku agar dihumum yang seberat-beratnya," kata MH Sihombing (66), salah seorang keluarga yang ikut berdemo.

Menurut Sihombing, yang merupakan paman Nurmala Dewi, mereka mendengar tentang keberhasilan polisi menangkap pelaku penembakan dan otak pembunuhan. Mereka ingin memastikan kebenaran berita tersebut sekaligus mendukung pengusut kasus itu.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved