A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Debu Masih Nempel di Stir Mobil Tempat 4 Bocah Ditemukan Tewas - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Batam

Debu Masih Nempel di Stir Mobil Tempat 4 Bocah Ditemukan Tewas

Kamis, 7 Maret 2013 08:55 WIB
Debu Masih Nempel di Stir Mobil Tempat 4 Bocah Ditemukan Tewas
tribunnewsbatam.com/taufan wijaya
KUNCI- Petugas Polresta Barelang sedang memegang penutup mobil bekas, Rabu 6 Maret 2013 di Polresta. Mobil rongsokan tempat ditemukannya empat bocah tewas, kuncinya dipegang orang bengkel.
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- 
Misteri tewasnya empat bocah warga Kampung Durian, Bengkong Sadai, Batam, belum juga terkuak jelas. Namun fakta-fakta baru terungkap, yang kian menguatkan kecurigaan keluarga bahwa tewasnya Wihelmus Rudi (3), Aprilyus Ama Mado (5), Maria Yelsan Fenge (6), dan Yoseph Cosmas Ferson (4), tidak wajar.

Bersamaan dengan kedatangan Arist Meredeka Sirait, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat, pada Rabu (6/3) siang, berbagai keluhan dan kecurigaan telah ditumpahkan oleh orangtua korban maupun kerabatnya. Arist juga telah melakukan peninjauan ke tempat kejadian, maupun memeriksa barang bukti-barang bukti yang kini di tangan polisi.

Arist tiba di Mapolresta Barelang sekitar pukul 11.00 WIB dan diterima langsung Wakapolresta Barelang, AKBP Misbahul Munawar. Lebih kurang 15 menit Arist yang didampingi Wakapolres langsung melihat barang bukti, yakni pakaian korban dan kemudian mobil usang bernopol BM 1306 XS, tempat ditemukannya empat bocah malang tersebut di Pasar Cik Puan, Kamis (28/2) pekan lalu.

Mobil menjadi salah satu fokus pengecekan. Arist sempat membuka seluruh pintu mobil,
dan melihat kondisi di dalamnya. Berdasarkan pantauan Tribun, yang ikut menyaksikan pemeriksaan itu tampak di bagian kursi belakang sudah tidak ada jok belakangnya. Kecuali dudukan yang di atasnya tertutup kulit jok.

Di situ memang terlihat ada bekas rontokan rabut dan bekas-bekas cairan, dari tubuh para korban. Yang menarik, tempelan-tempelan debu masih terlihat di jok, kaca-kaca, bahkan stir kemudi. Hanya saja karena kondisinya sudah usang debu-debut yang masih menempel, memang tak mencolok, layaknya debu yang menempel di kulit stir kemudia yang baru.

Di bagian stir, dekat pintu kanan yang disebutkan selama ini tak terkunci itu, debu-debu yang menempel juga masih terlihat di gagang stir.

Bagaimana kondisi bodi? Dalam pengecekan itu diketahui pula dalam beberapa bodi mobil telah bolong. Pantauan Tribun, gearboksnya sudah tidak terlihat lagi, hanya rem tangan yang ada di tengah-tengah antara kursi depan kiri dan kanan.

Arist juga mencoba memasukkan jarinya ke dalam lubang dari patahan kaca spion mobil sebelah kanan dan ternyata tembus ke dalam bagian mobil. Kondisi lubang-lubang itu menunjukkan, di dalam mobil pun masih terdapat celah udara. Fakta tersebut akan menguji kecurigaan akan kemungkinan tewasnya empat bocah karena kehabisan oksigen di dalam mobil.

Sedangkan seorang sumber tribun mengungkapkan, masih terdapatnya bekas-bekas debu yang utuh menempel di bodi dalam mobil, apalagi stir bisa menjadi petunjuk teka-teki ada tidaknya aktivitas empat bocah di dalam mobil. "Bocah kalau masuk mobil mungkin langsung pegang stir dan kemudi. Juga kalau panik terjebak akan pegang semua bagian mobil. Mestinya itu menjadi perhatian petugas untuk mengusut kasus ini," kata sumber Tribun itu.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan masih mengembangkan penyidikan. Namun dari visum luar dinyatakan tidak ada bekas-bekas kekerasan. Polisi menduga empat bocah itu tewas karena lemas kehabisan oksigen di dalam mobil.

Pihak keluarga sendiri tidak menerima penjelasan itu karena menemukan sejumlah kejanggalan. Keluarga mencurigai anak-anak mereka tewas dibunuh sebelum dimasukkan ke dalam mobil.

Dari keterangan empat saksi yang dipegang polisi, keempat bocah sempat diketahui bermain di sekitar Pasar Cik Puan pada Rabu siang. Hari itu juga pihak keluarga menyatakan mereka hilang. Sehari kemudian telah ditemukan tewas secara bersama di dalam mobil usang, dalam posisi tertumpuk rapi di jok belakang. (*)
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
70462 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas