Idawati Bayar Polwan Rp 300 Juta Eksekusi Bidan Dewi

Idawati keluarkan dana Rp 300 juta untuk atur pembunuhan bidan Dewi di Medan.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, MEDAN- Kasus penembakan bidan Puskesmas Teladan, Nurmala Dewi Boru Tinambunan, akhirnya terungkap. Otak pelaku diduga kuat ternyata Idawati Pasaribu alias Nenek (70) yang kini berusia 70 tahun. Ia ersedia menggelontorkan dana besar untuk menyewa oknum polisi sebagai eksekutor pembunuh.

Aksi sadis Ida yang juga pengusaha ekspedisi di Batam itu terbongkar setelah dirinya ditangkap polisi dari kediamannya di Jakarta. Ia kemudian diboyong ke Mapolresta Medan, Rabu (6/3) siang. Ia menyewa dua anggota Polda Sumatera Barat, Brigadir Gusnita Bakhtiar (32), dan Bripda Aulia Pratama (22) untuk membunuh Nurmala Dewi, pada 7 Februari lalu.

Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro menyebutkan kedua oknum itu dibekuk di Padang pada 25 Februari, dan kini sudah ditahan di Mapolresta Medan. Total pelaku yang diduga terlibat ada delapan orang. Lima lainnya yaitu Rini Dharmawti (40) dan suaminya, Julius (40) warga Tiban, Batam, Rizky Dharma Putra alias Gope (23) warga Padang, Sumatera Barat, Ashari (18) penduduk Medan Maimun, dan Iin Dayana (26) asal Medan Labuhan yang merupakan mantan anggota Polwan.

"Pembunuhannya direncanakan. Ini motifnya asmara, cemburu. Ada cinta segitiga antara tersangka Idawati, dengan Berton Silaban, dan korban Dewi," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kepada wartawan di Mapolresta Medan, Rabu (6/3).

Pengusaha ekspedisi yang juga dikenal tidak pelit dengan para karyawannya ini disangka membunuh karena sakit hati, menduga Dewi menyembunyikan suaminya Berton Silaban.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki menambahkan, Ida memang tidak secara langsung memerintahkan kedua oknum itu mengeksekusi Dewi. Namun hasil pemeriksaan mengungkapkan kalau pengusaha itu meminta Rini, pemilik salon yang menjadi langganannya di Batam, untuk mengatur rencana pembunuhan itu dengan imbalan Rp 300 juta. Rini kemudian mengajak sahabatnya Brigadir Gusnita Bakhtiar. Untuk memaksimalkan rencana itu, Brigadir Gusnita mengajak rekan satu korpsnya Bripda Aulia Pratama untuk melakukan eksekusi.

"Bripda A ini ternyata mencari orang lagi, dan akhirnya dia mengajak si Gope. Gope ini kawan kecil dia," beber Yoris.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 1 unit mobil Honda Jazz, pistol, 2 sepeda motor, dan uang Rp 240 juta. "Uang itu merupakan bagian dari uang Rp 300 juta yang diberikan Ida kepada Gusnita untuk menghabisi Dewi," jelas Kompol M Yoris Marzuki. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved