Nenek Idawati Pengusaha Ekspedisi Dikawal 10 Bodyguard

Polisi butuh waktu sebulan untuk menangkap Idawati Pasaribu tersangka otak pembunuh bidan Dewi.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Polisi perlu waktu hampir sebulan sebelum menangkap delapan tersangka. Terakhir kali, Idawati Pasaribu (70) dicokok dari sarang persembunyiannya, sebuah gudang miliknya di daerah Tanjungpriok, Jakarta.

"Kami mengendap di sekitar tempat ia bersembunyi sekitar dua hari sampai akhirnya melakukan penangkapan sekitar pukul 14.00, Selasa siang. Waktu itu Ida Pasaribu dijaga sekitar sepuluh orang bodyguard. Tapi, sewaktu ditangkap tidak ada perlawanan," kata Kasatreskrim Polresta Medan Komisaris M Yoris Marzuki, Rabu (6/3).

Selain memboyong Ida Pasaribu, Rabu (6/3) kemarin, tim Polresta memboyong dua kaki tangannya yang berperan sebagai perekrut, yaitu Rini Dharmawati alias Cici dan Julius alias Yus.

Pukul 14.30, tiga mobil yang membawa tiga tersangka masuk. Warga yang sejak pagi hari berdemo mendukung polisi bersorak. Polisi langsung membawa masuk ketiga orang tersangka ke ruangan Satuan Reskrim sebelum situasi memanas.

Ida Pasaribu sempat menutupi wajahnya dengan syal. Adapun Rini Dharmawati terlihat cukup santai dan tidak perduli dirinya terkespos. Cici dan Julius hanya menurut saya saat diseret petugas.

"Semua tersangka mengakui perbuatannya. Kecuali Ida Pasaribu yang masih mengaku tidak kenal dengan tersangka lainnya," kata Yoris. Namun, ia menambahkan bukti yang memberatkan Ida Pasaribu sebagai otak di balik pembunuhan sudah cukup untuk dibawa ke proses hukum lebih lanjut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved