ANAK HILANG DI BATAM

Sebelum Ditemukan, Andreas Sudah Dua Kali Mengecek Anak-anak Dalam Mobil

Rabu sekitar pukul 15.00 dan 21.00 Andreas dua kali mengecek ke mobil itu tak ada ditemukan anak-anak di dalam.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Mobil BM 1306 XS itu bukanlah mobil istimewa. Kondisinya sudah usang, mogok pula. Tapi kini mobil Subaru Legacy warna hitam itu menjadi perhatian banyak pihak karena menjadi tempat ditemukannya jasad empat bocah warga Kampung Durian, pada Kamis (28/3) petang lalu.

Mobil itu memendam banyak misteri. Banyak pihak pun berharap dengan diketahuinya kisah mobil ini, akan bisa memantu menyibak teka-teki memilukan itu.

Bagaimana seluk beluk dan kisah dari mobil rongsok itu selama ini? Kepemilikan mobil itu masih simpang siur. Meski belum diketahui itu mobil milik siapa, namun mobil itu pernah juga dibuka pintunya.

Belakangan diketahui kunci mobil dipegang seseorang di bengkel yang ada di depan tempat kejadian di Pasar Cik Puan. Hal ini terungkap saat pihak keluarga menceritakan hal ini kepada Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait yang meminta keterangan pihak keluarga, Rabu (6/3) siang.

Diceritakan, untuk mengambil kunci mobil tersebut, orang bengkel tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mencari koncinya. "Begitu polisi meminta kunci mobil, orang bengkel tersebut langsung masuk dan tidak berselang lama keluar memberikan kunci mobilnya," kata keluarga korban menceritakan hal ini kepada Arist.

Tribun yang berupaya mengkonfirmasi mengenai kepemilikan mobil tersebut, tak satupun karyawan di bengkel mengetahuinya. "Soal pemiliknya, kalau itu kami tidak tahu, kami hanya bekerja saja di bengkel ini. Yang pasti pintu-pintu mobil saya tahunya dalam keadaan terkunci," ujar karyawan itu.

Namun dari penelusuran Tribun diketahui, mobil itu merupakan bagian dari mobil-mobil lain di dekatnya yang kondisinya siap scrap. Mobil siap dijual kepada siapa yang mau. Hanya saja umumnya warga yang datang hanya menginginkan bagian-bagian spare part secara terpisah. Bisa kursi, jok, atau yang lainnya.  "Terkadang (pintu) dibuka jika ada yang ingin membeli di bagian dalamnya," kata orang bengkel yang enggan disebutkan namanya itu.

 Mobil tersebut sudah hampir tiga tahun berada di depan bengkel itu. Bahkan untuk pintu-pintu mobil, kecuali yang kanan depan, sama sekali tidak pernah terbuka alias selalu ditutup dan terkunci.

Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana dari olah TKP di dalam mobil itu. Polisi pun telah memintai keterangan para saksi yang diharapkan akan memberikan petunjuk lebih jelas kasus kematian Wil cs itu.

Sebelumnya, pihak keluarga yakin ada yang tak beres dengan penemuan jenazah para bocah di dalam mobil pada Kamis petang. Sebab sebelum penemuan, keluarga telah beberapa kali mengeceknya dan tidak ditemukan waktu itu. Munculah kecurigaan bahwa anak-anak itu dimasukkan ke mobil dalam waktu setelah pengecekan dan dalam kondisi meninggal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved