MAPOLRES OKU DIBAKAR

Dilempari Molotov Mapolres OKU Hangus Terbakar

Gedung Utama Markas Polres OKU yang membara dibakar oknum anggota TNI, dan akhirnya hangus, rata dengan tanah.

TRIBUNNEWSBATAM.COM- Gedung Utama Markas Polres  OKU yang membara dibakar oknum anggota TNI, dan akhirnya hangus, rata dengan tanah. Kejaidan bermula dari informasi anggota TNI dari Yon Armed mau bertamu dengan menggelar aksi damai di Mapolres.

Dari pihak Polres sudah merespons dengan menyiapkan air mineral dan makanan ringan yang untuk menjamu tamu. Namun kedatangan anggota TNI ke Mapolres disertai emosi, sehingga tidak sempat lagi berkomunikasi. "Belum sempat berkomunikasi langsung chaos," ujar Kapolres OKU seraya menambahkan 200 anggota Polres tak mampu membendung kekuatan yang datang berseragam loreng dan bersenjata sangkur.

Sanksi mata di TKP menceritakan kedatangan sekelompok anggota TNI yang jumlahnya mencapai 95 orang ini sebelumnya menutup semua pintu masuk menuju Mapolres untuk kendaraan umum. Selanjutnya langsung menyerang, membakar bangunan kiri dan kanan Mapolres. Diduga para pelaku melemparkan api. "Dak tahu apo bom Molotov," kata seorang saksi seraya mengatakan api secara serentak menjilat bangunan gedung utama Mapolres.

Saksi mata menyebutkan, sekelompok anggota TNI tersebut menunggu sampai api benar-benar berkobar menghanguskan bangunan Mapolres OKU. Informasi di lapangan seluruh mobil pemdam kebakaran tidak bisa mendekat karena jalan ditutup dan dihalang-halangi. Setelah bangunan utama terbakar, baru empat unit mobil pemadam kebakaran baik dari Pemda dan swasta serta mobil tangki air bisa mendekat.

Petugas pemadam berjuang melokalisir api agar tidak menyambar bangunan lainnya, karena di belakang bangunan utaam Mapolres berdempetan dengan Kantor Pengadilan Negeri Baturaja. Api berhasil dikuasai setelah bangunan utama Mapolres utama ludes. Api baru bisa dijinakkan tiga jam kemudian, sekitar pukul 11.00.

Dari tujuh korban, dua orang di antaranya kritis yakni Kompol Ridwan Kapolsek Martapura, Kabupaten OKU Timur yang mengalami luka tusuk di punggung tembus pinggang, dan bacokan di punggung. Mata kirinya luka lebam, juga lengan kiri dan kanan.

Informasi yang dihimpun, Kompol Ridwan diseret lalu dipukuli. Saat penyerangan mapolsek, Kompol Riduan sedang berada di ruangannya."Kapolsek dikeluarkan dari ruangannya dan langsung dipukuli. Setelah memukuli kapolsek, mereka langsung masuk dan menghancurkan Mapolsek," ungkap sumber tersebut.

Korban kedua, Aiptu Marbawi Aidil  yang mengalami luka-luka memar dalam habis terinjak-injak dan ditimpa sepeda motor. Marbawi Aidil ditusuk di badan. Keduanya baru dapat dievakausi menggunakan heli pukul  13.00 dari Taman Kota Baturaja.

Kondisi keduanya dalam keadan sadar, sempat membuka mata, saat dinaikkan ke heli. Namun keduanya terlihat pucat pasi karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Korban lainnya yang luka-luka Briptu Berlin Mendala. Ia mengalami luka tusuk di dada dan tangan. Aipda Solahuddin luka dan keracunan asap namun hanya rawat jalan di RS Antonio.  Kemudian pegawai dapur Polres atas  nama Edy Maryono (72).

Sedangkan menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, korban penyerangan itu hanya 5 orang. "Korban bertambah satu lagi, tadi korbannya sudah empat. Sekarang bertambah satu. Sehingga total korban ada lima orang yang mengalami luka tusuk," ujar Boy Rafli Amar.

Para korban tersebut, yakni Aiptu Merbawi, Briptu Berlin Mandala, Bripka Andi dan seorang petugas kebersihan, Ajrul mengalami luka ringan di pelipis. Sementara itu Kapolsek Martapura Kompol Ridwan, menderita luka di bagian mata sebelah kanan, luka tusuk di tangan kanan, dan saat ini masih dalam keadaan kritis.

Soal jumlah menyerang masih simpang-siur. Ada yang menyebut sekitar 40 orang, sebagian lagi menyebut 95 orang oknum TNI yang mengamuk. Mereka sedianya datang menanyakan kelanjutan proses hukum terhadap kematian anggota TNI yang ditembak polisi karena pelanggaran lalu-lintas.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved