MAPOLRES OKU DIBAKAR

Jenderal Pramono Edhie Terkejut

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menelepon Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo terkait pembakaran Mapolres OKU.

TRIBUNNEWSBATAM.COM- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menelepon Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo begitu mengetahui konflik kekerasan antara oknum TNI dan anggota Polri di OKU, Sumatera Selatan.

Ketika dikonfirmasi TRIBUNnews.com, Kamis (7/3), Julian mengatakan Presiden menelepon Kapolri dari Hungaria pukul 06.30 waktu setempat, atau pukul 11.30 WIB. Presiden berada di Hungaria dalam rangkaian kunjungan kerja kenegaraan. "Arahan Presiden kepada Kapolri agar mengirim tim investigasi dan tindak tegas mereka yang terbukti terlibat," kata Julian.

Menurut Julian, Presiden  meminta kooordinasi dengan Kapolda dan Pangdam Sriwijaya menangani masalah ini. "Dan mereka segera turun langung mengatasi situasi," kata dia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengaku terkejut ketika memberikan pengarahan kepada prajurit Kostrad mendapat kabar tak sedap yakni peristiwa pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu oleh anak-anaknya di Yonarmed 15 Sriwajaya.

"Saya sangat terkejut jujur saja. Saya terkejut. Saya tidak happy itu terjadi. Prinsipnya saya langsung perintahkan pada Pangdam mengadakan investigasi mengapa terjadi," ujar Pramono usai penandatanganan nota kesepaham antara TNI AD dan Mitra di Mabes AD, Jakarta, Kamis (7/3).

Purnomo menegaskan akan memberikan sanksi kepada anggotanya yang bersalah dalam aksi ini, tanpa terkecuali. "Siapa yang bersalah aku hukum. Siapapun dia. Itu prinsip hidup saya. Dia mau benar, harus dibela, dia bersalah harus dihukum," tegas Pramono. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved