Kompol Yoris Dua Hari Tak Tidur Kejar Idawati

Kasatreskrim Polresta Medan Komisaris M Yoris Marzuki kerja keras mengejar Idawati tersangka otak pembunuhan bidan Dewi.

TRIBUNNEWSBATAM.COM- Kasus besar, seperti pembunuhan bidan Nurmala Dewi Tinambunan diakui Kasatreskrim Polresta Medan Komisaris M Yoris Marzuki membuatnya bekerja dengan intensitas tinggi. Sampai-sampai, malam pun dianggap siang.

"Hampir sebulan ini kami tidak ada beristirahat," katanya saat ditemui Tribun di Mapolresta Medan.

Bersama dengan empat belas personil Polresta Medan lainnya, Yoris melakukan pengejaran ke berbagai kota. Di Padang, ia menangkap personel Polres Padang, Sumatera Barat, Brigadir Gusnita Bakhtiar dan Bripda Aulia Pratama Zulfadlil yang berperan sebagai perekrut eksekutor, sang eksekutor Rizky Darma Putra alias Gope.

Dari Sumatera Barat mereka kembali ke Medan untuk membekuk Ashari alias Ari yang menyembunyikan senjata, dan Iin Dayana yang merupakan mantan polwan dan berperan sebagai orang yang mengidentifikasi ciri-ciri Dewi Tinambunan untuk dikenali eksekutor.

Tak banyak membuang waktu, tim langsung terbang ke Batam. Mereka menjumpai keluarga dan kenalan tersangka utama, Ida Pasaribu, tersangka otak pembunuhan, yang bermukim di Batam. Informasi telah di genggaman hingga timnya sukses menangkap Ida Pasaribu di Jakarta. Terakhir, mereka pun menangkap pasangan suami-istri yang menjadi tangan kanan Ida Pasaribu dalam pembunuhan ini di Cipanas.

Dikisahkan Yoris, sepak terjang timnya di Jakarta pun tidak mudah. Mereka mendapati pengusaha ekspedisi terkenal di Batam itu sedang bersembunyi di salah satu gudangnya di Tanjungpriok dengan dijaga para bodyguard. Ada sekitar 10 bodyguard mengiringi perempuan yang kini berusia 70 tahun itu.

"Kami mengendap selama dua hari. Saya sudah dua hari nih tidak tidur," katanya.

Tanpa perlawanan, Ida Pasaribu dan dua anggota kompolotan terakhir itu pun ditangkap dan dibawa ke Medan. Kedatangan mereka disambut dengan meriah oleh warga Patumbak yang mengenal Dewi Tinambunan. Ini seperti menjadi energi baru bagi para anggota Polresta yang baru tiba itu.

Yoris yang nampak letih namun puas itu mengaku tidak tertekan dengan tingginya tekanan masyarakat agar kepolisian segera mengungkap kasus yang seolah menjadi titik kulminasi kriminalitas di Kota Medan yang semakin meningkat.

"Sorotan masyarakat tidak jadi tekanan. Justru menjadi motivasi. Saya galau justru karena wartawan sering menyebarkan informasi terkait kasus ini terlebih dahulu. Ini kan bisa mengganggu penyelidikan," katanya menyindir. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved