MAPOLRES OKU DIBAKAR

Sekelompok TNI Bakar Mapolres OKU, Kapolsek Dipukuli

Suasana Kota Baturaja, khususnya kawasan Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mencekam, Kamis (7/3).

TRIBUNNEWSBATAM.COM- Suasana Kota Baturaja, khususnya kawasan Polres  Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mencekam. Semua senyap saat sekelompok anggota TNI berseragan loreng sweeping di jalan-jalan, merazia anggota Polri, dan membakar markas Polres, Kamis (7/3) sekitar pukul 08.25 WIB.

Selain membakar mapolres, anggota TNI juga merusak pos polisi dan Mapolsek Martapura. Peristiwa peneyerangan Mapolres OKU dilakukan bertepatan dengan 40 hari meninggalnya Pratu Heru Oktavianus, pelanggar lalu-lintas. Anggota Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik Syailendra Martapura ini tewas ditembak oknum anggota Polres OKU Brigadir Bintara Wijaya, pada 27 Januari 2013.

Aksi penyerangan di Mapolres ini mengakibatkan tujuh anggota mengalami luka-luka. Aksi penyerangan dan pembakaran Markas Polres OKU oleh oknum anggota TNI, yang menyebabkan empat anggota Polri terluka tusuk dan sayatan. "Awalnya anggota TNI datang untuk meminta penjelasan kepada Kapolres OKU terkait tewasnya anggota TNI oleh anggota Polri beberapa waktu lalu, mungkin kurang puas dengan penjelasan tersebut dan aksinya tidak terkendali," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius, di Jakarta.

Anggota TNI, meminta penjelasan soal penembakan yang dilakukan oleh Brigadir Wijaya pada Pratu Hery dalam kasus pelanggaran lalu lintas.

Saksi mata di lokasi menyatakan sebelum berhasil menguasi Mapolres, anggota Yon Armed yang mengamuk terlebih dahulu menutup pintu masuk menuju Mapolres. Kemudian mereka mengibarkan bendera merah putih dan secara serentak merengsek masuk, diikuti pembakaran.

Titik api pertama di lokasi parkir di kantin belakang, tempat puluhan sepeda motor dua mobil. Mereka diduga menggunakan bom molotov. Api cepat berkobar membakar bensin yang tumpah dari tangki kendaraan yang sudah dirusak terlebih dahulu. Api lainnya kemudian muncul dari arah koperasi dalam waktu relatif bersamaan api menganghaguskan bagunan utama Mapolres.

Suasana memilukan datang dari sel tahanan sementara mapolres OKU. Puluhan tangan melambai-lamabai mencari pertolongan saat api menyambar plafon tempat para tahanan terkurung. Jerit pilu dan kepanikan mengiris menyayat hati. Empat di antara tahanan adalah wanita yang tersangkut kasus narkoba, terlihat menangis pasrah.

Api kian membesar, tahanan sudah kepanasan barulah pertolonagn datang. Ruang tahanan langsung dibobol dan 28 tahanan dievakuasi, namun karena suasana sudah kacau, sehingga 18 tahanan kabur. "Tahanan yang kabur masih dilakukan pencarian" terang Kapolres OKU AKBP Azis Saputra.
Masyarakat terlihat ramai-ramai menjarah koperasi milik anggota Polres OKU, yang menjual sembako dan manisan serta perlengkapan seragam polisi. Terlihat ada di antarnya anak-anak ikut menjarah barang-barang dagangan di Koperasi Polisi yang sedang terbuka saat kejadian dan penjaga koperasi sudah berhamburan.

Penyerangan diduga dilakukan teman-teman almarhum dari kesatuannya. Sebelum menyerang Mapolres, oknum anggota TNI berbaju loreng dari satuan yang diduga dari satuan Yon Armed 15/76 Tarik Syailendra Martapura sudah berhasil mengamankan Aiptu Marbawi Aidil yang baru pulang dari Mapolres.
Tanpa basa basi lagi, sekelompok TNI ini langsung menganiaya bintara tinggi tersebut. Saksi di lapangan mengatakan korban sempat diinjak-injak, dan badannya ditimpa dengan sepeda motor.

Selain merazia anggota Polri, puluhan anggota TNI itu juga membakar markas Polres OKU. Akibatnya seluruh kawasan Kota Baturaja mencekam. Parahnya lagi arus lalu-lintas menjadi kacau balau, dan tidak ada pihak berinsiatif mengatur lalu lintas karena anggota polisi tidak berani turun ke jalan.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved